Guru-Guru Ini Lega, Ternyata Menulis Itu Semudah Bercerita

209
Hikmah Press
Mohammad Nurfatoni saat menyampaikan materi dalam Workshop Penulisan di SDMM. (Hasan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pemateri handal tak hanya menguasai materi yang akan dikemukakan, tapi juga bisa menyampaikan dengan baik sehingga mudah dipahami peserta.

“Tidak hanya materinya saja yang menarik, pematerinya juga menarik,” ujar Sri Isna Wardhani SPd, salah satu peserta.

iklan

Guru kelas 1 yang akrab disapa Isna tersebut menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan Workshop Penulisan yang diselenggarakan oleh Redaksi Majalah Cikal SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik, Sabtu (10/3/18).

Pemateri workshop Mohammad Nurfatoni menugaskan peserta menulis straight news dan berlatih membuat judul berita soft news setelah ia menjelaskan materi di Aula SDMM.

Sebelumnya, dia menyampaikan, menulis itu semudah bercerita. Untuk membuktikannya, pria kelahiran Lamongan 22 Januari 1969 itu meminta dua peserta yaitu Umi Syarifah dan Muhammad Zainul Arif agar bercerita tentang peristiwa keseharian yang dialami. “Nah, gampang kan kalau bercerita. Menulis sebenarnya segampang bercerita itu. Tinggal mengubah bahasa lisan menjadi tulisan,” ujarnya setelah mendengar cerita dua guru tadi.

Baca Juga:  Belajar dalam Perjalanan Dini Hari, Tim Afest SDMM Bawa Pulang Tiga Juara

Dalam workshop, penulis buku Tuhan yang Terpenjara itu menyampaikan materi berjudul: “Menulis? Ya Berceritalah”. Selain meminta peserta bercerita, ayah lima anak ini juga memberi contoh bagaimana mengubah cerita pengantar tidur seorang istri pada suaminya menjadi berita menarik, baik dalam bentuk straight news maupun soft news.

Peserta Workshop Penulisan SDMM. (MN/PWMU.CO)

Atas penjelasan yang sederhana itu, Isna mengaku senang dan lega karena akhirnya bisa memahami cara menulis berita yang ringan. “Bahasa penyampaiannya sederhana. Contoh-contoh yang disajikan juga mudah dipahami,” ungkap alumnus Teknologi Pendidikan Unesa ini, mengomentari cara Wakil Pemimpin Redaksi PWMU.CO tersebut menyampaikan materi.

Awalnya, Isna khawatir kesulitan menerima materi terkait jurnalistik itu karena merasa bukan passion-nya. Namun karena cara penyampaian yang sederhana tapi menarik itu, materi jadi lebih mudah dipahami.

Baca Juga:  Cara Asyik Bicara Bahasa Inggris Sambil Nonton Film Finding Nemo

Hal senada diungkapkan Anik Nur Asiyah, salah satu peserta guru dari TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI). “Pematerinya semangat sih, suka ngasih motivasi juga ketika menjelaskan. Orangnya juga tenang tapi kadang kocak. Jadinya suasananya lebih hidup,” ungkapnya.

Workshop yang diikuti sekitar 50 guru dari SDMM, TK Aisyiyah 36, dan Play Group Tunas Aisyiyah tersebut berakhir pukul 14.15 WIB dengan materi akhir praktik penulisan untuk rubrik-rubrik majalah Cikal. (Vita)