Kunjungi P2M3 Sengkaling, Diberi Ilmu Cara Menanam Sayuran Hingga Memasarkannya

116
Hikmah Press
Zahrotul Ilmiah (tengah) menjelaskan cara bertanam sayuran organik kepada santri PAM Tunas Melati (Sugiran/PWMU.CO)

PWMU.CO-Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Tunas Melati Situbondo terus bergerak untuk menjadi yang terbaik. Berbagai program kegiatan pun dibuat, termasuk melakukan Silaturahmi Wali Mahasiswa Poltekom di Panti Pesantren Mandiri Mahasiswa Muhammadiyah (P2M3) Tlogowaru Malang, Ahad 04/03/2018.

Banyak hasil didapat dari kegiatan tersebut. Setelah mengikuti silaturrahmi, rombongan Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Tunas Melati Situbondo melanjutkan perjalanan menuju lokasi asrama P2M3 Sengkaling Malang. Rombongan terdiri dari Solikhul Amin (sekretaris), Sugiran (bendahara), M. Laiq (pengasuh), Arif Rahman, dan Margiyanto (santri). Setiba di Perumahan Villa Sengkaling yang merupakan lokasi asrama P2M3, rombongan disambut pimpinan P2M3 Malang Imam Hambali dengan hangat.

iklan

Kepada rombongan PAM Tunas Melati, Imam Hambali menjelaskan banyak hal. Dikatakan, selain kuliah sebagai tugas pokoknya, mahasiswa di P2M3 juga dibekali skill kewirausahaan. Berbagai usaha yang dijalankan adalah beternak lele, ayam, kambing, bertanam sayuran organik, pembuatan kompos, dan juga catering. Dengan modal skill usaha ini, diharapkan setelah lulus nanti mereka benar-benar bisa mandiri, tidak repot mencari pekerjaan, tetapi justru bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain.

Selesai menjelaskan tentang P2M3, Imam mempersilahkan rombongan untuk meninjau lokasi yang digunakan mahasiswa untuk kegiatan usaha. Ditemani  Zahrotul Ilmiah, salah satu santri P2M3, rombongan diajak ke kebun yang tidak jauh dari panti. Begitu masuk kebun, mata terasa segar dengan pemandangan hijaunya sayuran, mulai dari tanaman sawi, kangkung, brokoli, tomat, cabe besar, cabe kecil, dan sayuran terbaru butternuts squash atau lebih dikenal dengan nama labu madu.

Ditanya tentang cara bertanam dan pemasaran labu madu, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang ini menyampaikan bahwa penanamannya mudah sekali dan pemasaran tidak repot karena sudah ada yang siap membeli.

Lebih jauh Iil, panggilan akrab Zahrotul Ilmiah,  menjelaskan tanah dibuat guludan setinggi 50 cm, diberi kompos dan ditutup dengan mulsa hitam perak. Penanaman bisa langsung dari biji atau bisa juga disemaikan dulu. Saat ini labu madu di P2M3 sudah berumur 45 hst (hari setelah tanam) dengan 5-6 buah setiap pohonnya. Setiap pohonya dikondisikan maksimal berbuah 10 buah dengan berat 0,8 – 1 kg sesuai permintaan pasar. Dan dengan penyemprotan POC (pupuk organik cair) yang dimiliki P2M3 maka masa generatif (pembuahan) bisa dipercepat. “Insya Allah bisa dipanen pada umur 90 hst”, sambungnya.

Margiyanto (kiri) dan Arif Rahman (kanan) di antara tanaman butternuts squash (Sugiran/PWMU.CO)

Sedangkan untuk pembuatan kompos (pupuk kandang), Iil membagikan resep sangat mudah. Dengan cairan dekomposer yang dimiliki P2M3, maka bahan bakunya hanya kotoran hewan saja.

Sepulang dari kebun, rombongan dipersilahkan menikmati masakan mahasiswa P2M3 yang sudah terbiasa berbisnis catering. Hari itu pihaknya mendapat menu sate dan gule. “Rejeki luar biasa hari itu. Sudah mendapat ilmu, masih ditambah bonus makanan yang nikmat,” kata salah satu rombongan. (Sugiran)