Tak Hanya Pilot, Siswa pun Harus Kuasai Take-Off dan Landing

74
Hikmah Press
Arul melakukan lompat jauh dalam Ujian Praktik Olahraga. (Tari/PWMU.CO)


PWMU.CO
– “Aduh,” keluh Tasya saat mendaratkan kakinya di atas matras. Siswi Kelas VI SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik ini belum menguasai teknik pendaratan dengan tepat saat Ujian Praktik Lompat Jauh, Selasa (13/3/18).

Pemilik nama lengkap Aida Tasya Rahmadania itu sempat deg-degan sebelum praktik. “Pokoknya gemetaran, takut kalau lompatannya nggak bisa mencapai 100 sentimeter. Kata ustadz, remidi jika kurang dari itu,” ucapnya sembari terengah-engah.

iklan

Dia mengaku mengalami kesulitan saat menentukan tumpuan lompatan. “Pertama, bingung mau pakai tumpuan kaki kanan atau kiri. Lalu susah juga saat mau menumpu karena setelah berlari harus berhenti sejenak mengatur tumpuan,” jelas Tasya.

Berbeda halnya dengan Achmad Fajrul Falakh, teman sekelas Tasya, yang bersemangat melakukan lompat jauh.

Baca Juga:  Alhamdulillah, BNN Nyatakan Pelajar SD Muhammadiyah Manyar Bebas Narkoba

“Paling suka ini, meski capek sich. Tapi kalau soal lompat-melompat, saya yakin bisa. He-he-he,” ujarnya optimis.

Siswa yang biasa disapa Arul ini menceritakan kesulitannya dalam menjaga keseimbangan saat mendarat.

“Susahnya tuh di situ, biar nggak jatuh, mendaratnya harus seimbang posisi tubuh. Lha itu susah sekali. Belum lagi kadang mendaratnya nggak bersamaan kakinya,” ungkapnya.

Pada ujian praktik itu, Tasya berhasil melompat sejauh 145 sentimeter, sedangkan Arul 150 sentimeter.

Kepada PWMU.CO, penguji lompat jauh Shofan Hariyanto menyampaikan kesulitan anak-anak dalam ujian praktik lompat jauh adalah saat menempatkan kaki sebagai pendorong lompatan.

“Istilahnya adalah take off pada garis batas yang disyaratkan. Dorongan lompatan ini penting agar dihasilkan lompatan yang jauh dan sempurna,” tutur Shofan, panggilannya.

Baca Juga:  Biasa Memimpin di Depan Kelas, Pidato dan Puisi Jadi tanpa Hambatan

Menurut Shofan, kesulitan selanjutnya adalah saat mendarat atau landing di matras. “Anak-anak belum bisa menggunakan kedua kaki sebagai tumpuan mendarat mereka. Padahal moment pendaratan adalah hal yang paling penting karena hasil ditentukan dari jarak yang didapat saat pendaratan,” tegasnya.

Koordinator Kesiswaan SDMM ini menjelaskan lompat jauh dipilih sebagai salah satu materi dalam Ujian Praktik Olahraga karena merupakan salah satu cabang olahraga (Cabor) Atletik yang wajib dikuasai siswa di tingkat sekolah dasar. (Ria Eka Lestari)