Din Syamsuddin Bicara tentang Islam dan Pancasila, Beda tapi Berhimpit

266
Hikmah Press
Prof Din Syamsuddin dalam acara puncak Milad ke-54 IMM di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (foto: aan/pwmu.co)

PWMU.CO – Islam adalah Islam, dan Pancasila adalah Pancasila. Islam adalah agama. Pancasila adalah ideologi, hasil buatan manusia. Keduanya memang tidak bisa disamakan karena beda kategori. Tapi keduanya bisa berhimpit secara nilai.

Pernyataan itu disampaikan oleh Prof Din Syamsuddin saat menjadi pembicara dalam peringatan Milad ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM di aula Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (14/3/2018). Peringatan Milad IMM yang diadakan secara Nasional di Yogyakarta ini dihadiri oleh kader IMM dari seluruh Indonesia.

iklan

“Bukan berarti dua hal yang berbeda kategori ini tidak bisa berhimpit secara nilai. Itu tidak mustahil. Sila pertama Pancasila misalnya, menempatkan agama sebagai ruh bangsa ini, dan yang menjiwai sila lainnya,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 2005-2015 yang didaulat memaparkan materi tentang Pancasila sebagai darul ‘ahdi wasy syahadah.

Baca Juga:  Din Syamsuddin: Dialog untuk Atasi Pasar Bebas Agama

Din mengungkapkan, carut-marut yang terjadi di Indonesia salah satunya dikarenakan para elit bangsa ini telah meninggalkan nilai dari Pancasila. Karenanya timbul kesenjangan diberbagai sektor. Baik itu ekonomi, sosial, politik maupun budaya.

“Kesenjangan terjadi di negeri ini dikarenakan para elit bangsa yang tidak mau mengindahkan Pancasila, terutama sila kelima,” ungkap Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) itu.

Dewan Pertimbangan MUI ini menjelaskan, ketika seseorang mengatakan dirinya sebagai pemeluk Islam, maka sesungguhnya ia merupakan seorang Pancasilais. Sebab, Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama. “Pancasila merupakan kesepakatan, yang kita sebut sebagai darul ‘ahdi wasy syahadah,” tegasnya.

Din lalu mengajak, semua elemen bangsa Indonesia kembali memaknai bahwa Pancasila adalah dasar nilai dalam berbangsa dan bernegara.

Baca Juga:  Kisah Din Syamsuddin Dibalik Keluarnya Fatwa Penistaan Agama oleh Ahok

“Pancasila tidak hanya cukup dihafal. Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara,” urainya.

Di akhir pidatonya, pria yang juga alumni IMM ini mengucapkan, selamat memperingati Milad ke-54 IMM.

Berita lain dari arena Puncak Milad ke-54 IMM adalah: Agustus 2018, Jatim Tuan Rumah Muktamar XVIII IMM, dan juga Di Puncak Milad ke-54 IMM, Ini Orasi Ketua Umum DPP Ali Muthohirin. (aan)