Dari Safari Subuh Majelis Tabligh PDM Surabaya, Umat Islam Harus Kuasai Ekonomi

89
Hikmah Press
habibie/pwmu.co
Ustadz Habibullah Al Irsyad MPdI saat safari subuh di Masjid As-Syuro Gubeng.

PWMU.CO – Safari Subuh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Sabtu (17/3/2018) menyambangi Masjid As-Syuro, Jalan Gubeng Kertajaya XI/17 Gubeng Surabaya.

Dalam kegiatan safari subuh kali ini Ustadz Habibullah Al Irsyad, MPdI

iklan

menyampaikan: “Marilah pada pagi hari ini kita bersyukur kehadirat Allah SWT  atas seluruh karunia nikmat-nikmat yang kita rasakan, nikmat sehat, nikmat panjang umur, nikmat rizqi dan nikmat hidayah. Sehingga kita bisa bangun dari tidur untuk melaksanakan shalat tahajud, pergi ke masjid ini untuk melaksanakan shalat subuh secara berjamaah,” .

“Dalam hidup kita tentu banyak masalah, masalah yang ada harus kita syukuri dan mencari jalan terbaik untuk pemecahan masalah tersebut.” kata ketua Pemuda Muhammadiyah Kenjeran Surabaya ini.

Pengurus Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Surabaya ini juga menyampaikan firman Allah dalam surat Ali ‘Imron ayat 112 yakni,

Allah SWT berfirman:

“Dhuribat ‘alayhimu aldzdzillatu ayna maa tsuqifuu illaa bihablin mina allaahi wahablin mina alnnaasi wabaauu bighadhabin mina allaahi wadhuribat ‘alayhimu almaskanatu dzaalika bi-annahum kaanuu yakfuruuna bi-aayaati allaahi wayaqtuluuna al-anbiyaa-a bighayri haqqin dzaalika bimaa ‘ashaw wakaanuu ya’taduuna”

 

Artinya:

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”Top of Form

Menurut Ustadz Habibullah, “Jika kita prediksi ayat ini diartikan bahwa kita umat Islam akan ditimpa dengan dua masalah utama yaitu yang pertama, “Adzdzillah,” kita mengalami keterhinaan, kita mengalami keterpurukan, dan kita mengalami kemunduran.

Kemudian yang kedua adalah “Almaskanah,” kita mengalami kemiskinan. Ini problem umat islam di dunia maupun di Indonesia dewasa ini.” paparnya

 

Petugas Bina Rohani RS PKU Muhammadiyah Surabaya ini juga menyampaikan bahwa dalam duduk antara dua sujud kita selalu berdoa “Warzuqnii” Ya Allah berilah aku rezeki, maksudnya di luar shalat seorang beriman menjadi orang yang punya semangat kerja, semangat etos kerja, mencari rezeki-rezeki  yang telah disediakan oleh Allah.

Maka umat Islam menjadi orang-orang kaya, fakir miskin memang disebut dalam Al Quran tapi jangan dijadikan profesi permanen, hanyalah sebuah keadaan sementara.

 

“Kita harus menjadi kaya, menguasai ekonomi, menguasai perdagangan, karena hanya dengan itu kita bisa menunaikan rukun Islam yang namanya zakat,  kita bisa menunaikan rukun  Islam yang namanya haji,  karena memerlukan dana besar, dan dengan kekuasaan ekonomi kita juga bisa menegakkan kebudayaan, bisa membangun lembaga-lembaga pendidikan yang bermutu Center For Academic Excellent, lembaga-lembaga pelayanan kesehatan, lembaga-lembaga ekonomi dan lembaga-lembaga sosial lainnya.” papar Ketua Ikatan Kesehatan Karyawan Muhammadiyah (IKKM) Komisariat RS PKU Muhammadiyah Surabaya ini.

Pada akhir  tausiyahnya, Ustadz Habibullah, mengajak kepada jamaah untuk mengakkan Hablum minallah wa hablum minannas. Menjaga hubungan dengan Allah dengan ibadah-ibadah yang kita tunaikan dan menjaga hubungan baik dengan manusia dalam berinteraksi, saling nasihat menasihati dalam ketaqwaan dan saling tolong menolong.  (habibie)