Jangan Jadi Golongan Muqtashid, Tahu tapi Tak Mau Kerjakan

94
Hikmah Press
Darul Setiawan/pwmu.co
Zainuddin Maliki dalam pengajian Ahad di Masjid Annur Sidoarjo.

PWMU.CO-Sering tidaknya seseorang mengaji itu bukan takaran mereka mau berubah. Sebab, mengubah mindset merupakan usaha yang tidak mudah.

Hal tersebut diungkapkan Prof Dr Zainuddin Maliki dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid An Nur Sidoarjo, Ahad (18/3/2018). Pengajian dihadiri ratusan jamaah warga Muhammadiyah.

iklan

Zainuddin menyebutkan ada tiga golongan manusia. Pertama,  tidak tahu dan tidak mengerjakan. Kedua, tahu tapi tidak mengerjakan. Ketiga, tahu dan mengerjakan. “Dalam Alquran Allah juga membagi golongan manusia menjadi tiga,” kata wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu.

Golongan pertama disebutkan dalam surat Fathiir ayat 32 mereka yang dhalimu linafsih. Mereka yang mendholimi diri sendiri.

Kedua, golongan muqtashid. Ini merupakan orang pertengahan. “Mereka tahu, tapi tidak mau melakukan,” ujar Zainuddin yang pernah mnjabat rektor UMSurabaya.  Maka tidak heran, kata dia, ada banyak yang membaca dan mengaji surat Wal Ashri, namun masih belum pandai membagi waktu. Padahal, Allah memberikan modal waktu yang sama pada semua bangsa di dunia, yakni 24 jam dalam sehari.

Golongan ketiga, yaitu sabiqun bil khairat. Inilah mereka yang mempunyai mental berkemajuan. ”Bagaimana caranya agar naik kelas dari dhalimu linafsih ke muqtashid, kemudian ke sabiqun bil khairat? Jawabnya adalah mengubah mindset, mental,agar berbuat lebih baik. Jangan sampai hari ini sama atau bahkan lebih jelek dari kemarin,” kata mantan Ketua Dewan Pendidikan Jatim ini.

Dia menegaskan, berbuat baiklah walau sebesar dzarrah. Meskipun kecil akan mendatangkan kebaikan. “Meninggalkan sampah koran selesai bubaran shalat Hari Raya merupakan golongan muqtashid. Kenapa? Mereka tahu perintah shalat dan mereka kerjakan, namun mereka abai ketika ada perintah menjaga kebersihan,” tambahnya.

Negeri ini, lanjut Zainuddin, mempunyai materi yang cukup berlimpah. Banyak yang bawa mobil kemana-mana. Namun, ketika makan lemper, yang bawa mobil masih buang sampah daun lemper sembarangan. “Jadi mau bersih atau tidak itu bergantung mental,” tuturnya.

Zainuddin kemudian menyampaikan tiga cara untuk mengubah mindset agar naik kelas, yaitu menumbuhkan kesadaran untuk berubah, kemauan, dan pembiasaan.

“Maka jadilah kita seperti pedidik, yang tidak hanya mengajar untuk tahu, learning to know, tapi memberitahu agar dikerjakan, learning to do, dan setelah itu menjadi kepribadian, learning to be,” pungkasnya. (das)