Haedar Nashir: “Ada Dua Tanda Muhammadiyah Berkemajuan”

420
Hikmah Press
emde/pwmu.co
Ada dua tanda Muhammdiyah Berkemajuan yang disampaikan DR.H. Haedar Nashir MSi.

PWMU.CO- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir, MSi  menyampaikan ada dua tanda Muhammadiyah Berkemajuan.

Pertama:  mampu membangun pusat-pusat unggulan di mana Muhammadiyah berada.  Kedua, berkembangnya gerak kemasyarakatan yang dipelopori oleh Muhammadiyah. Pandangan ini disampaikan Haedar Nashir dalam acara pembukaan Rakornas dan Rembug Tani Berkemajuan yang digagas Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pengurus Pusat Muhammadiyah di Hall lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (17/3/2018).

iklan

Rakornas ini tujuannya untuk melakukan konsolidasi dan sinergi terhadap pencapaian visi pengembangan majelis pemberdayaan masyarakat (MPM) 2015-2020 yakni berkembangnya fungsi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan buruh, tani, nelayan dan kelompok dhu’afa-mustadh’afin sebagai pilar strategis gerakan Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan terkait dua tanda Muhammadiyah Berkemajuan tersebut. Pertama, membangun pusat-pusat unggulan. Pusat-pusat unggulan tersebut dibutuhkan agar amal-amal usaha muhammadiyah semakin berdaya saing tinggi.

“Termasuk mengapa  Muhammadiyah menginternasionalisasi gerakannya di mancanegara juga karena untuk mengukur sejauh mana Muhammadiyah mampu mencapai visi abad kedua kelahirannya. Muhammadiyah akan membuat collage di Melbourne yang diharapkan dapat berjalan mulai 2019. Termasuk membuat konsorsium untuk membuat perguruan tinggi di Malaysia”, jelas Haedar.

Sedangkan gerakan kemasyarakatan dilakukan untuk melakukan berbagai pendampingan terhadap petani, buruh dan nelayan.

 

“Semuanya ini dilakukan agar Muhammadiyah mampu menggambarkan bahwa Islam bukan hanya sebagai agama tauhid tetapi juga sebagai agama amal bahkan sebagai agama pembaruan. Bagi Muhammadiyah, ini sangat penting tidak sekadar sebagai pengakuan inklusifitasnya,tetapi menunjukkan bahwa Muhammadiyah sebagai sumber gerakan kemasyarakatan”, tambah Haedar.

Rakornas ini dihadiri oleh para komunitas petani, nelayan dan penyandang cacat serta wakil Ketua PWM, Ketua dan sekretaris MPM. (emde)