Guru Muhammadiyah Kapasan Terpilih Ikuti Microsoft Innovative di Singapura

192
Hikmah Press
dokumentasi
Martiningsih bersama guru dari Indonesia lainnya membawa bendera Microsoft E2 di Singapura.

PWMU.CO-Raut wajah Raden Roro Martiningsih tampak sumringah lantaran terpilih mewakili Indonesia di acara Microsoft in Education Global Education Exchange (E2) di Singapura pada 12-16 Maret 2018.

Guru SMP Muhammadiyah 1 Kapasan Surabaya ini mengungkapkan rasa bangganya karena menjadi satu di antara enam warga negara Indonesia yang terpilih mengikuti acara tersebut. Apalagi, dalam event internasional tersebut ia terpilih sebagai duta MIEE (Microsoft Innovative Educator Expert) tahun 2018.

iklan

“Alhamdulillah. Saya senang dan bangga menjadi satu di antara enam orang se-Indonesia yang terpilih mengikuti acara Microsoft E2 program di Singapura,” katanya saat ditemui di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Senin (19/3/2018).

Wanita yang kini berdomisili di Sedati, Sidoarjo ini juga mengungkapkan rasa bangganya karena menjadi satu-satunya guru sekolah Muhammadiyah yang terpilih. “Satu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa mewakili Muhammadiyah di ajang tersebut,” ungkapnya.

Martiningsih lalu menceritakan asal mula dirinya bisa terpilih mengikuti acara Microsoft E2 di Singapura. Awalnya dia terpilih menjadi juara Duta Rumah Belajar yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Dijelaskan, enam terbaik dari Duta Rumah Belajar direkomendasi oleh Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud untuk mengikuti acara Microsoft E2 di Singapura.  “Dari enam yang direkomendasi hanya dua orang terpilih. Satu di antaranya adalah saya. Saya bersyukur bisa terpilih,” terangnya antusias.

Wanita asal Solo Jawa Tengah ini berharap, sekolah Muhammadiyah mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan pembelajaran. Sebab, kemajuan teknologi semakian hari semakin pesat. “Mau tidak mau sekolah Muhammadiyah harus memacu diri agar tidak tertinggal dari segi teknologi,” ungkapnya.

Tak lupa, Martiningsih mengajak guru Muhammadiyah untuk mendaftarkan diri mengikuti lomba Duta Rumah Belajar yang diadakan oleh Kemendikbud. “Apabila ingin bergabung, para guru sekolah Muhammadiyah bisa mendaftar di lomba Duta Rumah Belajar. Pendaftaran paling lambat tanggal 6 April 2018,” pungkasnya. (Aan)