Tambak Udang dengan Hasil 3 Kali Lipat Itu Diujicobakan di Petakan Wakaf 7 Hektar

235
Hikmah Press
Keceriaan warga dan pimpinan Muhammadiyah dalam tebar benih udang 50 ribu ekor di tanah wakaf di Desa Kramat, Duduksampean, Gresik (foto: kemas r/pwmu.co)

PWMU.CO – Salah satu program unggulan Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Gresik adalah Tani Bangkit. Program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama dari kalangan petani yang di dalamnya juga petambak. Pengelolaan tambak dengan hasil 3 kali lipat dari normal, mulai diujicobakan di Desa Kramat, Duduksampean, Gresik, (17/3).

Desa Kramat merupakan salah satu sentra area pertambakan di Kecamatan Duduksampeyan. “Kebetulan pimpinan ranting setempat memiliki tanah wakaf berupa tambak seluas 7 hektar yang selama ini belum memberikan hasil yang maksimal,” jelas Ketua Lazismu Gresik, Abdul Rozaq.

iklan

Pada sisi lain, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, tepatnya Majelis Lingkungan Hidup (MLH) punya SDM yang punya keahlian mengelola tambak dengan metode khusus. Di tempat lain, telah terbukti menghasilkan panen udang hingga 3 kali daripada hasil normal.

Sebagai langkah awal, luas tambak wakaf yang diuji coba untuk program ini adalah seluas 8.000 meter (0,8 ha) yang ditanami bibit udang 10 rean yang setara dengan 50.000 ekor. “Diharapkan setelah 3 bulan, saat panen nanti akan menghasilkan 300 kg. Kalau harga pasaran sekarang, Rp. 125.000 perkilogram,” jelas Abdul Rozaq.

Sebelum melakukan tebar benih, Ketua PDM Gresik, Taufiqullah A. Ahmadi MPdI mengajak warga yang hadir untuk memanjatkan do’a yang khusyuk. “Semoga program Tani Bangkit melalui tebar benih ini benar-benar dapat memperoleh hasil sebagaimana yang diharapkan.”

Taufiqullah juga berharapkan agar setiap kegiatan yang dilakukan Muhammadiyah bisa memberikan dua dampak. “Penguatan ideologi Muhammadiyah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Taufiq.

Program Tani Bangkit di Desa Kramat ini memang cukup unik. Sebab, ia hasil kolaborasi dari berbagai kekuatan Muhammadiyah. Selain PDM dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), MLH, dan Lazismu, juga ada unsur Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gresik. Mereka berkolaborasi bersama PCM Duduksampeyan dan PRM Desa Kramat mengelola tambak wakaf seluas 7 hektar itu. (kemas sr)