Guru Muhammadiyah Kapasan jadi Duta Microsoft Innovative Educator Expert

110
Hikmah Press
aan/pwmu.co
Raden Roro Martiningsih (kiri) angkat isu lingkungan pantai Kenjeran Surabaya.

PWMU.CO – Mengangkat isu lingkungan Pantai Kenjeran Surabaya sebagai model pembelajaran, guru SMP Muhammadiyah 1 Kapasan Surabaya, Raden Roro Martiningsih terpilih menjadi duta Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) tahun 2018.

Martiningsih terpilih sebagai duta MIEE tahun 2018 saat dirinya mengikuti acara Microsoft in Education Global Education Exchange (E2) di Singapura pada 12-16 Maret 2018.
Wanita asal Solo, Jawa Tengah ini menerangkan, setiap peserta Microsoft Education Exchange (E2) program diharuskan membuat project pembelajaran berbasis lingkungan.

iklan

“Setelah terpilih sebagai peserta Microsoft E2 program, saya pun menyiapkan project pembelajaran yang semuanya saya persiapkan selama tiga hari, dengan mengangkat isu lingkungan Pantai Kenjeran Surabaya sebagai bahan pembelajaran,” jelas Martiningsih di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Senin (19/3/2018).

Baca Juga:  Gadis IPM Lamongan Jadi Duta Perdamaian Dunia

Idenya diilhami karena melihat kondisi pantai yang kotor. Sedangkan para pengunjung pantai membutuhkan souvenir dan siswa butuh tambahan uang saku karena pada kenyataannya siswa keadaannya minus.

“Saya pun berinisiatif membuat bros dari daur ulang sampah yang dipungut dari lingkungan Pantai Kenjeran,” ujarnya. Menurut Martiningsih kegiatan pembelajaran diawali dengan mendesain bros di program Microsoft Paint pada pelajaran prakarya.

Lalu, siswa diminta mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat bros dari hasil memilah-milah sampah yang termasuk dalam pembelajaran IPS maupun IPA. Siswa kemudian diajarkan membuat bros saat pembelajaran seni budaya.

Setelah jadi bros, lanjut dia, siswa kemudian dilatih menjual bros melalui aktivitas pembelajaran wirausaha. Siswa lalu diajarkan menghitung keuntungan dari hasil berjualan menggunakan Microsof Excel sebagai pembelajaran matematika.

Baca Juga:  Martiningsih, Guru Muhammadiyah yang Terpilih Menjadi Duta Terbaik Nasional 2017

Selanjutnya, siswa diminta menuliskan pengalamannya mengunakan Microsoft Word pada pelajaran bahasa dan mempresentasikan dengan Power Point.

“Idenya memang sederhana tapi dampaknya besar. Pantai dapat bersih dan tersedianya souvenir bagi pengunjung pantai. Dampak terbesar lainnya adalah siswa dapat menambah uang saku,” pungkasnya.(aan)