Memahami Lima Tanggung Jawab Keputrian lewat Pashmina

66
Hikmah Press
Aan Haryanto/pwmu.co
Wuri Nur Hidayat saat berceramah dalam Pashmina Krembangan.

PWMU.CO-Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PC NA) Krembangan Surabaya menyelenggarakan acara Pos Kesehatan Masyarakat Nasyiatul Aisyiyah (Pashmina) di Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah, Kamis (22/3/2018) malam.

Acara ini untuk memberikan wawasan keagamaan seputar persoalan keputrian dengan menghadirkan Wuri Nur Hidayat sebagai narasumber.  Wuri mengatakan, seorang remaja adalah manusia yang telah memasuki fase akil baligh, karenanya sudah mempunyai tanggungan dosa.

iklan

Baca Juga: Kajian Fikih Wanita di Kantin Nisyah Krembangan

Dia menerangkan, proses manusia itu dari dilahirkan, kemudian menjadi anak, lalu masuk fase remaja, menginjak fase dewasa, menjadi orang tua dan lansia, hingga pada akhirnya wafat. “Maka dari itulah seorang remaja harus senantiasa belajar bertanggung jawab atas dirinya agar bisa terhindar dari dosa,” katanya di hadapan 25 remaja putri.

Wuri menyebutkan, terdapat lima tanggung jawab yang dipikul oleh remaja, tak terkecuali dengan remaja putri. Pertama, remaja memiliki tanggung jawab untuk selalu menjalankan perintah Allah swt. Salah satunya kewajiban melaksanakan shalat lima waktu.

Kedua, memiliki tanggung jawab kepada ibu yang telah melahirkan, mendidik dan membesarkan kita dari kecil hingga dewasa. “Kita tidak boleh memiliki perasaan sakit hati kepada orangtua,” tegasnya.

Ketiga, memiliki tanggung jawab kepada saudaranya. Keempat, memiliki tanggung jawab kepada tetangga terdekat karena mereka yang akan menolong kita ketika tertimpa musibah. “Yang terakhir, kelima adalah bertanggung jawab terhadap masyarakat,” paparnya.

Dia juga menerangkan, beberapa permasalahan yang sering menghinggapi remaja. Di antaranya penyalahgunaan narkoba dan narkolema (narkoba lewat mata). Kemudian pergaulan bebas, perilaku seks bebas dan perbuatan kriminal atau melanggar hukum.

“Jangan sampai kita terjerumus dalam perbuatan dosa tersebut. Kita harus senantiasa membentengi diri kita dengan mendalami agama,” tandasnya. (Aan)