Tiga Buku Ini Wajib Dibaca Mubaligh Muhammadiyah

159
Hikmah Press
Rois/pwmu.co
Thohir Luth saat membuka Pelatihan Kualitas Mubaligh PWM Jatim di Kota Batu.

PWMU.CO-Diklat Peningkatan Kualitas Mubaligh (PKM) Muhammadiyah Korwil VII kembali digelar  Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Masjid Attaqwa Kota Batu, Jumat-Ahad (23-25/3/2018).

Acara dibuka oleh Wakil Ketua PWM Prof Dr Thohir Luth. Dalam sambutannya dia berpesan, mubaligh  Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dakwah di setiap daerah. “Pada setiap dinamika dakwah, mubaligh harus menjadi garda terdepan dalam mencerahkan umat,” ujar  dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

iklan

Baca Juga: Meneladani Nabi, Mubaligh Muhammadiyah Tak Boleh Setengah Hati

Untuk itu, sambung dia, mubaligh harus rajin membaca sebagai usaha meningkatkan pengetahuan dan kualitas ceramahnya. Tiga buku wajib Muhammadiyah yang harus dibaca adalah Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Buku Pedoman Hidup Muhammadiyah, dan Tanya Jawab Persoalan Muhammadiyah jilid 1-9.

Ketua PWM Jatim periode 2010-2015 ini menambahkan, menjadi mubaligh Muhammadiyah harus totalitas lahir dan batin sehingga tidak mudah kecewa saat menghadapi setiap masalah di lapangan. “Mubaligh harus ikhlas lahir batin dan tidak boleh mutungan,” ujar Thohir Luth di depan 60 peserta dari Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan dan Kabupaten Lumajang.

Selain ikhlas, tambah dia, mubaligh harus otentik antara yang diucapkan, batin, dan perilaku beribadah harus sejalan. “Jangan bicara di panggung Muhammadiyah tapi topik dan pembahasannya bukan persoalan persyarikatan,” kata dia menegaskan.

Sementara Ketua Majelis Tabligh PWM Drs Sholihin Fanani MPSDM menambahkan PKM Korwil VII merupakan agenda putaran terakhir. Setelah itu dilanjut pelatihan manajemen pengelolaan  masjid. “Selesai PKM, insya Allah kita segera menyusul program baru pengelolaan masjid dan mushala,” ujar mantan Kepala SD Muhammadiyah Pucang 4 Surabaya.

Sekretaris PDM Kota Batu Drs Abdul Manaf berharap digelarnya pelatihan ini memberi semangat baru kepada mubaligh di wilayah Malang Raya dan wilayah timur. “Kami sangat mendukung pelatihan ini, kami berharap tindak lanjutnya dilaksanakan pelatihan yang sama di level PDM,” katanya. (Rois)