Kajian Mahasiswa Hafidz Al Quran UMSurabaya Sebagai Penguatan Ideologi Muhammadiyah

56
Hikmah Press
pwmu.co
Rahmat Yulianto M.Fil.I menjadi narasumber Kajian MAHIDA yang pertama.

PWMU.CO- Kajian Mahasiswa Hafidz Al Qur’an (MAHIDA) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) adalah salah satu Program unggulan PPAIK Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam rangka penguatan ideologi Muhammadiyah dan pengembangan wawasan keIslaman bagi Mahasiswa UMSurabaya.

Menurut pembina MAHIDA, Maulana Mas’udi, Lc, M.Pd.I, kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa yang mengikuti program hafidz Al Quran, dan kajian ini dilakukan setiap bulan dengan mengangkat tem-tema kajian Islam klasik dan kontemporer.

iklan

Pada kegiatan perdana yang digelar Jumat (23/03/2018), menghadirkan narasumber Rahmat Yulianto, M.Fil.I (dosen Prodi Studi Agama-Agama UMSurabaya dan pengasuh Pesantren Mahasiswa Surabaya.

Diikuti 40 mahasiswa dari berbagai fakultas kajian pertama yang digelar MAHIDA ini, disampaikan beberapa poin yaitu:

Baca Juga:  Kerjasama dengan Taiwan, UMSurabaya Menuju Kampus Bertaraf Internasional

1. Keutamaan penghafal Al-Qur’an dan penuntut ilmu.
2. Al-Qur’an sebagai berkah kehidupan yg luar biasa. Contoh kasus : Tongkat Nabi Musa AS, yang tidak berfungsi tanpa izin Allah.
3. Keridhoan Allah adalah tujuan utama menuntut ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an. Bukan utk pekerjaan dan urusan dunia.
4. Kesadaran dan niat belajar harus dibangun sejak awal, fokus untuk Allah.
5. Salah satu dari tujuh golongan yg dinaungi Allah saat hari kiamat adalah para pemuda yang saleh dan salehah.
6. Jangan bekerja hanya karena harta, karena hartalah yg harus bekerja utk kita.
7. Keberkahan suatu rezeki adalah masalah waktu dan kualitas, bukan kuantitas. Contoh kasus : Kisah keluarga kambing dan keluarga anjing.
8. Orientasi dunia sebagai tujuan hidup dengan menggunakan ilmu agama dan Al-Qur’an, maka Allah akan jadikan dunia seperti tidak ada habisnya.
9. “Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya, lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringankan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tidak meminta”. (HR Baihaqi dan Ibnu Hibban)
10. Sufyan Sauri berkata, ” Jangan pernah berhenti mengagumi orang² hebat karena itu yang akan menjadi motivasi anda”

Baca Juga:  Apa Saja Tipe-Tipe Keluarga Menurut Islam

Menurut Koordinator Kajian MAHIDA, Aswin Jidda, kegiatan ini sangat bermanfat dan bagus sehingga ke depan akan terus dilakukan dengan jadwal yang jelas. Bahkan untuk kajian kedua yang digelar bulan April, pembicaranya sudah disiapkan yaitu DR Agus Purwanto, penulis buku best seller, Ayat-Ayat Semesta yang juga dosen ITS Surabaya.(*)