Rambut Sudah Mulai Memutih, Gak Kebayang Jadi Wartawan

117
Hikmah Press
Sugiran bersemangat menghadiri perayaan Milad Ke-2 PWMU.CO. (Tari/PWMU.CO)

PWMU.CO – Perjalanan darat enam jam tak membuat surut langkah kontributor asal Situbondo Sugiran untuk menghadiri perayaan Milad ke-2 PWMU.CO hari ini, Ahad (25/3/18) di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

“Sabtu sore saya sudah packing baju ganti, sabun, dan odol. Sudah itu saja bekal saya, ditambah semangat, insyaallah tidak terasa jauhnya perjalanan,” tutur pria yang rambutnya mulai memutih itu.

iklan

Bersama Robi Ari Wibowo—kontributor muda asal Situbondo juga—Sugiran mengaku termotivasi hadir di acara ini karena ingin silaturahim sesama kontributor, juga menambah saudara.

“Selain itu, saya juga ingin nambah ilmu supaya lebih matang. Saya senang karena ya minimal Situbondo masih terbaca, dengan segala keterbatasannya tetap terus bergerak untuk memajukan persyarikatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Siswa Matahati Sulap Kardus Bekas Menjadi Media Pembelajaran

Dia melanjutkan, kali pertama dirinya mengenal PWMU.CO adalah dari turun ke bawah (Turba) PWM Jatim ke daerah Tapal Kuda pada akhir tahun 2016 di Universitas Muhammadiyah Jember.

“Berita pertama yang saya tulis saat itu adalah tentang janji Kepala Dinas fasilitasi kelengkapan alat gamelan SMP Mutu Panji. Saya sangat senang saat berita itu diterbitkan,” ungkap Sugiran.

Kepada PWMU.CO, Sugiran merasakan manfaat yang luar biasa akan hadirnya PWMU.CO dalam hidupnya selama dua tahun terakhir.

“Senanglah, karena ada media untuk menulis. Gak kebayang sebelumnya bisa jadi ‘wartawan’ sebuah media online. Selain itu juga bisa membantu publikasi atau menyiarkan aktivitas gerakan Muhammadiyah di Situbondo. Yang terakhir, tambah senang dengan bertambahnya saudara se-Jatim. Kalau kesasar ke Gresik, minimal ada saudara untuk numpang ngopi, he he,” jelasnya sembari tertawa.

Baca Juga:  Ketika Kader HW Banyuwangi Menyempurnakan Agamanya

Dia berharap, waktu tayang berita PWMU.CO lebih dipercepat. “Meski sudah dibagi zona, ternyata waktu tunggu kadang masih 24 jam,” keluhnya. (Ria Eka Lestari)