Menguji Pengetahuan Siswa, Laksanakan Ujian Praktik AIK di SDM 1 Ketelan

51
Hikmah Press
Salah satu siswa sedang ujian praktik shalat maghrib.(foto: jatmiko/pwmu.co) 

PWMU.CO – Ratusan siswa Kelas IV-V Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah, melakukan ujian praktik tayamum, wudhu, dan shalat maghrib, yang dilaksanakan di luar dan di dalam masjid al Wustha Pura Mangkunegara, Selasa (27/03/2018) dan Rabu (28/03/2018).

Selain praktik tiga kegiatan di atas, para siswa juga harus membaca al Quran antara juz 1-30. Khusus untuk praktik Shalat Maghrib para siswa diharuskan membaca surat al Maun pada rakaat pertama, surat al Fiil di rakaat kedua. Sedangkan praktik membaca al Quran penilaiannya di titik beratkan pada tajwid, makhraj, kelancaran membaca dan adab membaca al Quran.

iklan

Menurut Dwi Jatmiko SPdI, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa yang jumlahnya 395 orang dibagi dalam beberapa kelompok. Saat praktik ini diawasi oleh tujuh guru PAI, yaitu: Ahmad Syaifuddin SPdI, Dwi Jatmiko SPdI, Dra Ishayati, Joko Santoso SPdI, Sutrisno SPdI, Dafit Mursidi SPdI, dan Baruno Nasutio SPdI.

Baca Juga:  Begini Kesan Peserta Rakornas pada Muhammadiyah Jatim

Menurut Wakil Kepala Sekolah SDM 1 Ketelan, Ahmad Syaifuddin SPdI, peningkatan mutu pendidikan SD Muhammadiyah 1 Ketelan diarahkan kepada tercapainya Standar Nasional Pendidikan yang berakar pada keyakinan cita-cita Hidup Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar.

“Apalagi pada mata pelajaran al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) perlu adanya perhatian khusus untuk meningkatkan tingkat spiritual peserta didik. Dengan adanya evaluasi ini supaya meningkatkan hal tersebut ,” jelasnya.

Masih menurut Ahmad Syaifuddin, kedepannya seluruh siswa SDM 1 Ketelan, setelah berada di tengah-tengah masyarakat terutama di keluarganya, selain mampu melaksanakan ibadah wajib, juga mampu membaca al Quran dan mampu menjadi imamnya.

Ujian praktik seperti ini sudah diterapkan SDM 1 Ketelan setiap tahunnya. Selalu ada yang unik pada tiap peserta. Mulai grogi, bahkan serius. Namun ikhtiar anak-anak dalam menjawab pertanyaan dari penguji patut diapresiasi. Untuk nilai akan dimasukkan pada nilai ibadah dan Sertifikat Takhasus Agama.(jatmiko).

Baca Juga:  Muhammadiyah Desak PBB dan Pemerintah Mengatasi Krisis Kemanusiaan Rohingya