Mubalighat Aisyiyah Tak Perlu Takut Identitas Muhammadiyah

123
hanafi/pwmu.co Para peserta Diklat Mubalighat Aisyiyah dan Baitul Arqam yang digelar PDM Kota Probolinggo

PWMU.CO – Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan berdakwah di kalangan mubalighat Aisyiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo menggelar Diklat Mubalighat dan Baitul Arqam. Kegiatan ini digelar di Aula TK ABA 1 Probolinggo, Sabtu (24/3/2018) sampai Minggu (25/3/2018).

Menurut ketua panitia penyelenggara, Nadifah, Diklat Mubalighat dan Baitul Arqam untuk mubalighat Aisyiyah ini diikuti 200 peserta, mereka mendapat pelatihan dan tambahan pengetahuan agar ke depannya kader mubalighat Aisyiyah memiliki kemampuan sebagai mubalighat maupun sebagai perencana dakwah secara menyeluruh sebagai upaya dakwah Islamiyah.

Baca Juga:  Muhammadiyah-Ansor NU Pererat Silaturahmi untuk Cegah Radikalisme dalam Dakwah

Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai dalam diklat ini, Pertama: diharapkan peserta mampu mengimplementasikan dari masing-masing kelompok materi pelatihan muballighat Aisyiyah sesuai dengan karakteristiknya. Yang kedua: diharapkan peserta mampu memahami karakteristik orientasi masing-masing materi pelatihan muballighat Aisyiyah.

Sementara itu, Drs.H.Masfuk,M.Si, ketua PDM Kota Probolinggo dalam sambutan pembukaan, menyampaikan bahwa Muhammadiyah semakin tahun semakin banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi terlebih dengan berkembangnya era digital sekarang ini. Di mana seorang pendakwah juga harus mempunyai strategi berdakwa di era digital atau era internet seperti sekarang ini agar tidak ketinggalan zaman.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Pada kesempatan itu Drs H Masfuk, M.Si juga mengingatkan agar mubalighat Aisyiyah tidak takut untuk menunjukkan identitas sebagai warga Muhammadiyah saat beraktivitas sehari-hari atau beribadah. “Apalagi kalau saat kita berdakwah, tidak usah ragu-ragu untuk menunjukkan keMuhammadiyahan kita,” tegas Masfuk.(hanafi)

Baca Juga:  Haedar Nashir: Muhammadiyah Banyak Saudaranya, tapi Belum Banyak Saudagarnya