Meski Tak Ditanyakan di Akhirat, Sekolah Muhammadiyah Harus Terakreditasi Baik

115
Hikmah Press
Arbaiyah Yusuf. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Semua lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Jawa Timur harus terakreditasi baik. Sebab, nilai akreditasi akan menunjukan level dari sebuah lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dra Arbaiyah Yusuf MA menyampaikan harapannya itu dalam acara Bedah Akreditasi tahun 2018 yang dihelat Majelis Dikdasmen PWM Jatim di Aula Mas Mansyur Kantor PWM Jatim, Rabu (28/3/18).

iklan

Wanita yang biasa disapa Bu Ar ini mengatakan, nilai akreditasi dari sebuah lembaga pendidikan merupakan bentuk pengakuan resmi dari pemerintah. Dalam hal ini dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN SM), atas pencapain kinerja dan kualitas dari lembaga pendidikan tersebut.

Karena itu, lanjut dia, semua lembaga pendidikan Muhammadiyah diharapkan bisa terakreditasi baik BAN SM.
“Akreditasi merupakan sesuatu yang penting bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk melihat sejauh mana levelnya,” kata Bu Ar di hadapan ratusan peserta.

Baca Juga:  1.256 SMP dan MTs di Jatim yang Masuk Kuota Akreditasi 2016

Wanita asal Ponorogo ini berharap, lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Jatim serius mempersiapkan diri dalam menghadapi proses akreditasi dan visitasi BAN SM. “Walau hasil akreditasi ini tidak ditanyakan di akhirat kelak, kita harus serius menyiapkan diri agar dapat nilai akreditasi yang baik,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Bu Ar sedikit menyingung soal Permendiknas tahun 2017 yang memuat adanya pembatasan jumlah siswa di satu sekolah. Menurut dia, peraturan tersebut kurang fair. Pasalnya, untuk dapat menarik siswa dalam jumlah banyak, dan untuk memenuhi satu ruang kelas terbilang sulit.

Selain itu, banyaknya jumlah siswa merupakan bukti sekolah tersebut diminati masyarakat. “Kenapa sekolah yang banyak memperoleh siswa harus dipangkas jumlahnya. Wong untuk dapat menggait siswa perlu kerja keras dan susah. Ini tidak fair namanya,” keluhnya. (Aan)

Baca Juga:  UMM Pertahankan Akreditasi A