Tak Berbasis Sekolah Muhammadiyah, IPM Singosaren Sukses Regenerasi

141
Hikmah Press
Peserta Musyran I IPM Singosaren, Jenangan Barat, Ponorogo, berfoto bersama usai acara (foto: ig pc_ipm_jb)

PWMU.CO – Keberadaan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) biasanya identik dengan keberadaan sekolah Muhammadiyah. Namun, Pimpinan Ranting IPM Singosaren, Jenangan Barat, Kabupaten Ponorogo ini, punya cerita berbeda. Berbasis santri Taman Pendidikan al-Quran (TPA) dan pelajar sekolah non-Muhammadiyah, ia berhasil menyelenggarakan Musyawarah Ranting untuk pertama kalinya, (29/3).

Dalam acara yang bertempat di Masjid An-Nur Jl Singajaya itu, pemilihan ketua PR IPM Singosaren periode 2018-2020 berjalan secara demokratis. Melalui berbagai seleksi dan kesediaan bakal calon yang diajukan peserta Musyawarah terpilihlah 2 kandidat: Yanuario Bagas dan Fifin Ardiana Sari. Peserta musyawarah memberikan suara untuk 1 di antara 2 kandidat tersebut.

iklan

Hasil musyawarah secara aklamasi memilih Yanuario Bagas kembali dipercaya untuk memimpin PR IPM periode 2018-2020. Bagas, sapaan akrabnya mengatakan bahwa harapannya kedepan semoga IPM Singosaren lebih maju membawa generasi muda yang kreatif dan inovatif yang berlandaskan nilai Islam.

“Kemajuan PR IPM Singosaren, terletak pada kerjasama seluruh elemen. Saya berharap PR IPM Singosaren terus maju dan menjadi wadah mengembangkan kreatifitas dan inovasi remaja berlandaskan nilai Islam,” jelas pria yang kini duduk siswa kelas 1 SMK ini.

Jika dirunut, keberadaan PR IPM Singosaren memang berliku, penuh kesabaran dan ketelatenan. Pasalnya, hadirnya PR IPM ini tidak berlangsung ujug-ujug, tetapi dengan proses yang panjang. Dahulu Pengurus PRM berusaha dengan mendirikan PR IPM dengan mendelegasikan putra putri Pengurus PRM sebagai embrio PR IPM. Namun belum terbentuk secara resmi.

Barulah pada tahun 2017 lalu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dan Pemuda Muhammadiyah setempat mendorong dan mendukung penuh berdirinya Ranting IPM Singosaren. Caranya, mengumpulkan santri TPA dan para pelajar dari warga setempat yang mulai beranjak dewasa.

Kemudian mendelegasikan kader untuk mengikuti Taruna Melati 1 yang diselenggarakan PC IPM Jenangan Barat. Hasil musyawarah memutuskan Ipmawan Yanuario Bagas sebagai ketua pertama kali. Berbagai agenda pun disusun mulai pengajian, outbond, gowes bareng hingga nonton film.

Puncaknya, pada Kamis malam setelah Isya’ itu, Musyran IPM untuk pertama kalinya berhasil diselenggarakan. Dukungan penuh dari PRM, PRA, dan PC IPM Jenangan Barat pun tak kalah luar biasanya. Selama acara, hadir Machali mewakili PRM Singosaren, Ny Tjahjono MM (PRA), dan Ipmawan Tegar (PC IPM). Selamat ! (alip)