Asyiknya Ikut HW Camp Diajari Daur Ulang hingga Bivak

85
Hikmah Press
Anang/pwmu.co
Peserta HW Camp Mudipat belajar daur ulang kertas.

PWMU.CO- Peserta Hizbul Wathan Camp SD Muhammadiyah 4 Pucang diajari beragam ketrampilan dan spiritual.

Materi yang diajarkan seperti daur ulang kertas dan barang bekas di sekitar lingkungan, cara membuat getuk, cara mengokulasi tanaman, dan cara membuat tenda darurat atau bivak.

iklan

HW Camp berlangsung di AgroMulia Prigen mulai Jumat-Ahad (30 Maret – 1 April 2018). Acara ini diikuti 266 siswa kelas 5.

Materi itu disampaikan oleh Zainal Ibad, Purbosari Retno Ningsih, Linda Aprilia, Anik Purnawati, Sumarlik, dan Budi Purnomo dari Agro Mulia.

“Kertas yang sudah tidak dipakai lagi, sebaiknya jangan dibuang tapi bisa didaur ulang menjadi barang bermanfaat, misalnya hiasan tempelan di kulkas,” ujar Purbosari atau biasa dipanggil Sari

Baca Juga:  Kata Farhan Farros, Begini Sensasi Pertama Kali Merasakan Makan Telo

Sari menjelaskan, kertas yang sudah tidak dipakai disobek kecil-kecil lalu direndam dalam air selama satu jam. Kemudian diblender yang telah dicampur air secukupnya hingga menjadi adonan bubur kertas.

Setelah diblender, Sari melanjutkan, adonan bubur kertas dicampur lem dan pewarna diaduk sampai rata. Langkah terakhir adalah dicetak sesuai bentuk yang diinginkan.

Materi berikutnya adalah membuat makanan getuk. “Getuk adalah makanan tradisional yang bergizi, terbuat dari ketela yang direbus, kemudian dihaluskan,” tutur Anik Purnawati.

Trainer dari Agro Mulia tidak ketinggalan memberi materi tentang cara mengokulasi tanaman mangga. “Untuk mendapat tanaman yang bagus, memiliki buah yang manis, harus kita okulasi,” tutur Budi Purnomo

Baca Juga:  Kata Farhan Farros, Begini Sensasi Pertama Kali Merasakan Makan Telo

Budi mengatakan, tanaman yang diokulasi adalah tanaman yang berumur 4-6 bulan. Disambung dengan entres atau batang tanaman paling atas yang sudah berumur 10-15 tahun.

“Entres dipotong 15 cm, kemudian bagian bawahnya diiris sisi samping kanan kirinya hingga membentuk huruf v. Lalu disambung ke tanaman induk dengan cara dibalutkan menggunakan kantok plastik bening terus ditutup bagian atasnya,” jelasnya

“Setelah 15 hari balutan tadi dilepas, daun dari tanaman induk harus dipotong agar pertumbuhannya bagus,” sambungnya

Materi hari kedua adalah tentang kepanduan yang meliputi semaphore, pionering, PBB, sandi kotak, keHWan, pertolongan pertama gawat darurat, dan sandi morse

Setelah itu anak-anak diajak outbond dengan permainan pemancangan bendera, borgol, transfer gelang, penjinak bom, bola bergulir, kereta buta, dan roda gila. (Anang)

Baca Juga:  Kata Farhan Farros, Begini Sensasi Pertama Kali Merasakan Makan Telo