Harapan Lahirnya Presiden Amerika Serikat dari Indonesia

259
Hikmah Press
Dari kanan: M Saad Ibrahim, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua PDA Gresik Taufiqullah A Ahmady, dan Rektor UMG Budi Setya. (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suatu saat Presiden Amerika Serikat akan berasal dari Indonesia dan dari Muhammadiyah. Harapan itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur M Saad Ibrahim dalam Tabligh Akbar dan Persiapan Pembangunan Gedung Baru SMA Muhammadiyah 1 Gresik, di Randu Agung, Gresik, (31/3/18).

“Muhammadiyah sangat konsen dengan pendidikan. Kemajuan pendidikan dan kualitas alumninya untuk siap menjadi pimpinan dan mewarnai nilai-nilai islam suatu negeri sangat diharapkan,” harap Saad.

iklan

Saad memberi contoh salah seorang alumni Ponpes Muhammadiyah Darul Arqom Sulawesi Selatan, yang kini menjadi ‘Presiden’ Amerika Serikat. “Anak ini belajar di sana. Kemudian melanjutkan studi di Pakistan enam tahun. Dan belajar dua tahun di Arab Saudi. Nama anak tersebut adalah Imam Syamsi Ali. Sekarang beliau menjadi Presiden of Nusantara Foundation of USA”, kata Saad Ibrahim sedikit berseloroh. “Baca Nusantaranya jangan keras-keras. Maka akan terdengar Presiden of USA.”

Baca Juga:  Ketua PW Muhammadiyah Jatim Sentil Pejabat agar Jaga Eksistensi Agama

Harapan Saad tidak sekadar ngecap. Menurut dia, mantan Presiden Amerika Serikat Barack Husain Obama adalah salah satu produk pendidikan Indonesia.

“Dulu di Menteng, dekat Kantor PP Muhammadiyah ada sekolah, entah sekarang masih ada atau tidak. Tapi di situ ada seorang siswa yang hitam dan rambutnya sedikit keriting. Dialah yang akhirnya menjadi negara super power itu,” ucar Saad.

Saad juga menyebut mantan presiden BJ Habibie sebagai produk unggul pendidikan Indonesia. “Dari Pare-Pare Sulawesi Selatan juga muncul seorang tokoh dunia yang juga agak kerting. Namanya BJ Habibie,” kata dia.

Oleh karena itu Saad berharap ke depan ada alumni SMAM 1 Gresik yang menjadi Presiden Amerika Serikat. “Khittah proyektif Muhammadiyah agar semakin luas semakin luas sebagai rahmatan lil alamin. Berharap menjadikan USA lebih banyak yang menganut Islam. Bawa mindset global agar Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dibawa ke seluruh dunia,” harap Saad.

Baca Juga:  Ini Kunci untuk Membangun Kembali The Golden Age of Islam

Dia siap membiayai keberangkatan siswa-siswa terbaik untuk ke USA. “Tetapi tidak biaya pulangnya,” ucap Saad. Artinya, kader itu tidak boleh kembali ke Indonesia. Harus mensyiarkan islam di sana. Dan bahkan jadi presiden,” ujarnya yang disambut gerr hadirin. (MN/MFA).