SMAM 1 Gresik Bangun Gedung Baru, Abdul Mu’ti: Bukan Relokasi, tapi Hijrah

518
Hikmah Press
Abdul Mu’ti sedang meleakkan batu pertama pembangunan gedung baru SMAM 1 Gresik. (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti didaulat untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru SMA Muhammadiyah 1 Gresik, di Randu Agung, Gresik, Sabtu (31/3/18).

Selama ini, sekolah yang termasuk tertua di Gresik itu berlokasi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan KH Kholil No 90 Gresik. Menurut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Taufiqulla A Ahmady, relokasi ke tempat baru itu sebagai awal dari tonggak besar pembangunan amal usaha di Gresik.

iklan

“Nanti gedung SMA Muhammadiyah yang lama akan ditempati SD Muhammadiyah 1 dan 2 Gresik. Sedangkan Geduang SD Muhammadiyah 1 dan 2 akan dipakai untuk perluasan Rumah Sakit Muhammadiyah,” kata Taufiqullah dalam sambutan.

Berfoto bersama dengan latar belakan backdrop bergambar gedung baru SMAM 1 Gresik. (MN/PWMU.CO)

Abdul Mu’ti sendiri tidak setuju penggunaan istilah relokasi. Menurutnya istilah itu terkesan ada penggusuran. “Jangan pakai istilah relokasi, karena kesannya terlunta-lunta. Pakai saja istilah hijrah. Sebab di situ, ada niat, semangat, dan iradah (kemauan),” katanya dalam sambutan sebelum secara simbolis dia meletakkan batu pertama.

Sebelumnya, Kepala SMAM 1 Gresik Ainul Muttaqin mengatakan, gedung baru SMAM 1 Gresik ini akan dibangun di areal tanah yang dibeli dengan “harga Muhammadiyah’ dari PT Bumi Lingga Pertiwi yang didirikan almarhum Haji Bisri, seorang pengembang perumahan yang juga warga Muhammadiyah.

Ainul menargetkan dalam dua tahun pembangunan gedung megah tersebut akan selesai. Target itu juga ditekankan oleh Abdul Mu’ti. “Tidak boleh terlalu lama, harus segera,” ucapnya sambil berharap pada Rektor Universitas Muhammadiyah Budi Setya untuk ikut mempercepat pembangunan tersebut..

Dihungungi terpisah oleh PWMU.CO, Rudi Ihwono S Kom—Ketua Panitia Pembangunan Gedung Baru SMAM 1 Gresik—menjelaskan, gedung akan dibangun di areal tanah seluas 7.725 meter persegi.

“Biaya pembelian tanah Rp 23 miliar
Biaya total gedung utama Rp 59 miliar Asrama 33 Rp. miliar, dan GOR Rp 5 miliar,” jelasnya. (MN/MFA)