Kemampuan Berbicara ternyata Aspek Terakhir dalam Komunikasi Dakwah

61
Hikmah Press
Fikri/pwmu.co
Pengajian PCM Krembangan dengan pembiacara Sukadiono.

PWMU.CO-Dalam komunikasi dakwah kemampuan berbicara justru menjadi aspek terakhir. Aspek pertama dilakukan oleh seorang mubaligh adalah mendengar. Selanjutnya membaca dan menulis.

Hal itu disampaikan oleh Rektor UMSurabaya Dr Sukadiono dalam pengajian Ahad Pagi bertempat di halaman SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Ahad (1/4/2018). Pengajian bertema Aspek Komunikasi dalam Berdakwah dihadiri oleh seluruh kader Muhamamdiyah Krembangan.

iklan

”Dalam bahasa Inggris terdapat dua kata mengenai mendengar. Yaitu to hear dan to listen. Hendaknya para mubaligh melakukan to listen, mendengar dan memahami dalam hati perkataan yang baik, tidak sekadar to hear. Jadi, para mubaligh juga harus mendengarkan ceramah dari mubaligh lain, tidak hanya berceramah saja,” ujar Sukadiono yang juga bendahara PWM Jatim.

Aspek kedua adalah kemampuan membaca. Sukadiono menyatakan setiap pendakwah harus membaca kondisi para jamaahnya. Dengan  observasi tersebut, dakwah yang disampaikan akan bisa dipahami dan diterima.

Aspek ketiga yakni menulis. Dia mengingatkan para jamaah dan pendakwah untuk menulis hal-hal yang bermanfaat. “Tulisan yang baik tentu tulisan kita sendiri. Namun, zaman sekarang orang bisa dengan mudah copy paste tulisan di media. Sebelum kita membagikannya (share), kita harus bertabayyun dulu,” tuturnya.

Aspek terakhir tentu berdakwah melalui lisan. Sukadiono mengajak para jamaah untuk tetap berdakwah secara baik meskipun respons dari para jamaah tidak baik. “Ada kalanya kita sudah berdakwah secara bijak, tetapi responsnya kurang baik. Kita harus tetap mengucapkan yang baik dan berdakwah secara bijak,” ujarnya.

Dalam sambutan pengantar, Ketua PCM Krembangan Sutikno SSos mengatakan, warga Muhammadiyah Krembangan hendaknya istiqomah mengikuti setiap kegiatan yang diadakan PCM Krembangan.

Sutikno juga menyinggung perubahan singkatan SMPM 11. “Kini SMP Muhammadiyah 11 telah berganti julukan, dari Muhlas menjadi Muven. FIlosofinya tentu SMP ini ingin Move On ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (Fikri Fachrudin)