Meliput Taman Prestasi dan Bonbin, Tim Jurnalis TV SMAMDA Raih Juara 3

68
Hikmah Press
Puspitorini/pwmu.co
Nafla Aqilah, dua dari kanan, mewakili Tim Menara SMAMDA menerima penghargaan juara 3.

PWMU.CO-Tak pernah berpikir untuk menjadi juara, tim jurnalis televisi, SMA Muhammadiyah 2 Pucang Surabaya (SMAMDA), Menara, berhasil membawa pulang piala juara 3 dalam Teenizen Journalism.

Ajang kompetisi jurnalistik pelajar Surabaya ini diselenggarakan BiosTV bersama Dharma Wanita dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, pengumuman pemenang berlangsung di Gedung Budaya Balai Pemuda, Sabtu (31/3/2018).

iklan

“Alhamdulillah seneng banget pastinya bisa juara 3, dan masuk di beberapa nominasi,” ungkap Meitri Indar Pangestuti kelas XI MIPA 6.  “Ini bakal jadi pengalaman terbaik bareng teman-teman satu tim, apalagi pengalaman saya menjadi seorang cameramen di ajang ini, ” imbuhnya.

Meskipun belum berhasil meraih juara satu Tim Menara SMAMDA yang terdiri dari Meitri Indar Pangestuti XI MIPA 6,  Nafla Aqilah XI MIPA 8, dan Raissa Maharani  (XI MIPA 7) sangat senang dengan hasil ini. Ini adalah kali pertama mereka mengikuti lomba membuat liputan TV. Mereka berharap di lomba berikutnya bisa meraih juara 1.

Juara 1 diraih oleh SMA Khadijah Surabaya, disusul SMKN 1 sebagai juara 2 dan SMAMDA menjadi juara 3. Mereka berhasil menyisihkan 147 peserta dari total 150 peserta yang berasal dari SMA dan SMK se-Surabaya.

Sebelum lomba ini digelar, semua peserta mengikuti workshop yang diselanggarakan awal Februari lalu di Gedung Wanita Jl. Kalibokor Surabaya. Setelah workshop mereka diminta membuat karya jurnalistik TV tentang Kota Surabaya. Satu tim terdiri dari tiga orang yaitu satu reporter, editor, dan penata kamera.

Karya terdiri dari dua tema. Pertama, liputan bebas dipilih tim. Kedua, liputan dengan tema ditentukan panitia. Semua hasil karya peserta ditayangkan di BiosTV  setiap Senin – Jumat pukul 16.30 -17.30  pada program khusus bertajuk Teenizen Journalism.

Tim Menara mengambil liputan tema bebas terkait pariwisata. Mereka menceritakan wahana baru di Kebun Binatang  yang bernama breakfast with elephant. Nafla sebagai reporter menjelaskan, pengunjung bisa sarapan bareng gajah, foto bareng dan naik gajah.

Sedangkan tema dari juri mereka mendapatkan liputan  lingkungan. Mereka meliput Taman Prestasi yang didalamnya terdapat banyak replika penghargaan Kota Surabaya zaman dahulu yang sering menerima penghargaan sebagai kota terindah dan tebersih.

Tim Menara menjelaskan, sempat menghadapi kendala pada proses pengambilan gambar dan editing yang menghabiskan waktu dan tenaga. Mereka juga harus berbagi waktu untuk menghadapi ulangan harian.

Waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu bulan dari pengumpulan hingga pengumuman. Ada perasaan deg-degan saat menyerahkan hasil liputan. Namun semangat positive thinking dari Meriana Candra Kurniasari SPd MPd, pelatih ekstrakurikuler membuat mereka optimistis dan percaya diri.

“Tim menara berdiskusi dengan saya tentang konsep berita dan lokasi, ” ungkap Meri. Hanya sesekali pada saat pengambilan gambar ia mendampingi anak didiknya itu. “Mereka sempat pesimis, tetapi saya yakin bisa dapat juara,” tandasnya. (Puspitorini)