Inilah Resep Menjadi Kaya Raya tanpa Harus Korupsi

172
Hikmah Press
Khusnul Hadi (foto: Izzudin/pwmu.co)

PWMU.CO-Orang korupsi itu adalah orang yang tidak sabar untuk menjadi kaya raya. Padahal, jika seseorang bersabar dan tawakal insyaallah diberikan kekayaan sesuai keinginan jumlah harta yang dikorupsi. Hal tersebut disampaikan Khusnul Hadi saat menjadi narasumber Pengajian Ahad pagi (1/4/2018), di Masjid Ar- Ruhama PCM Blimbing, Jln. Ahmad Yani Malang.

Menurut Khusnul, rizki itu sudah ada yang mengaturnya. Manusia, tambah Khusnul, seharusnya percaya yang membagikan rahmat kepada seluruh manusia adalah Allah SWT. Hal tersebut, lanjut Khusnul, sudah tertuang dalam QS. 43 : 32. “Maka manusia harus yakin bahwa rahmat datangnya dari Allah SWT, bukan dari yang lain termasuk harta kekayaan, jabatan, dan sebagainya,” kata Khusnul mengingatkan.

Baca Juga:  Generasi Millennial Harus Jadi Rujukan Dakwah
iklan

Sambil mengutip QS.16 : 99, Khusnul yang juga merupakan Corps Mubaligh Muhammadiyah (CMM) Malang ini memberikan solusi dengan mengajak bersabar, kemudian bertawakal kepada Allah SWT, supaya diberikan rahmat. Dia mengaku prihatin dengan fenomena banyak pejabat terjerat kasus korupsi akhir-akhir ini. “Jika ada orang yang melakukan korupsi berarti dia tidak sabar menjadi kaya raya,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah pengajian.

Manusia jika sudah dikuasai hawa nafsu tidak baik, lanjut dia, maka dia akan melakukan apa saja untuk memuaskan hawa nafsunya, termasuk mengambil yang bukan haknya. Ia kemudian memberikan contoh kecil yang biasa dijumpai di sekitar masyarakat saat transaksi jual beli. “Ada pembeli minta nota kosong kepada penjual, dan ternyata nota kosong tersebut ditulis dengan nilai harga yang dimark up atau dinaikkan dari harga sebenarnya untuk diklaimkan atau ditagihkan,” tutur dia mencontohkan.

Baca Juga:  Majelis Ta'lim dan Pengajian adalah Ciri Khas Dakwah Muhammadiyah yang Harus Diperkuat Lagi

Si penjual, kata dia, sebenanrnya juga sudah merasa tindakan tersebut keliru tetapi kalau tidak melakukan demikian, khawatir jualannya tidak laku karena tidak memenuhi keinginan pembeli. “Penjualnya merasa bahwa jika tidak saya kasih nota kosong maka dia tidak akan beli ke saya lagi,” lanjutnya disambut tawa jamaah pengajian.

Nah, tambah dia, kalau sudah begini maka penjual tersebut sudah tidak tawakal lagi karena sudah merasa rezekinya tergantung kepada pembeli tadi, bukan lagi tergantung pada Allah SWT. Untuk itu, dia mengajak jamaah untuk tidak melakukan hal tersebut. Dikatakan, hal seperti itu termasuk korupsi kecil, yang sering dijumpai di sekitar kehidupan masyarakat. “Mari kita bersabar dan tawakal dalam memohon keinginan kepada Allah, supaya mendapatkan rahmat-Nya yang melimpah. (Izzudin)

Baca Juga:  Kisah Seorang Ustadz tentang ‘Keramatnya’ Doa Ibu