Mengamalkan Spirit Almaun, Ibu-Ibu Aisyiyah GKB Ini Sebar Bantuan ke Campurejo Panceng

170
Hikmah Press
Sebagian ibu-ibu Aisyiyah peserta baksos. (Nurkhan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Salah satu yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah adalah Surat Al Maun, yaitu menganjurkan agar memperhatikan orang-orang miskin dan yatim. Yang tidak melakukan itu terancam disebut sebagai pendusta agama.

Terinsprasi itu, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) GKB II Gresik melakukan bakti sosial bertema “Berbagi Berkah Peduli Sesama” untuk menyantuni kaum dhuafa dan yatim di Desa Campurerjo, Kecamatan Panceng, Kabupatan Gresik,  Sabtu (31/3/18).

iklan

Rombongan menuju lokasi dengan memakai 7 mobil sedan dan satu mobil boks yang mengangkut paket sembako.

Ketua PRA GKB II Lilis Wuryani menyampaikan terima kasih atas sambutan ibu-ibu Aisyiyah Campurejo. Dia sekaligus mohon maaf karena terlambat datang. “Ibu-ibu semua kami mohon maaf atas keterlambatan ini, padahal kita rencanakan sampai di Campurejo pukul 08.30 tapi sekarang kitasampai pukul 09.30,” katanya.

Baca Juga:  "Manuk Glatik Cucuke Abang, Mari Dilantik Ayo Berjuang"

Baksos yang bekerjasama dengan Lazismu Kantor Layanan GKB ini membagikan 100 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng 2 kg, mie 1 ball, gula 1 kg, dan beras 5 kg. “Tidak hanya itu, untuk anak yatim selain satu paket sembako diselipi amplop,” terang Lilis.

Yang menarik, karena kebanyakan penerima paket sembako adalah mereka yang berusia 60-an tahun, maka mereka tidak kuat membawanya. Akhirnya mereka minta tolong agar panitia mengantarkan ke rumahnya.

Tidak hanya itu berbagai pada dhuafa dan yatim, ibu-ibu Aisyiyah GKB itu juga memberi bingkisan kepada 15 sesepuh Aisyiyah Campurejo. Selain itu, mereka menyumbangkan mushaf Alquran untuk TPA Muhammadiyah dan TPA Al-Ikhlas.

Ada juga bantuan dua buah laptop untuk SMP Muhammadiyah 13 Campurejo dan uang operasional untuk kegiatan PRA Campurejo.

Baca Juga:  Asyiknya Mendengarkan Ceramah Guru dari Madagaskar

Kepala SMPM 13 Campurejo Nurul Wakhidatul Ummah SKom, merasa terbantu dengan bantuan laptop tersebut. “Selama ini setiap praktik TIK pinjam laptop guru-guru dan sebagian pengurus,” ujarnya. (Nurkhan)