Uniknya Perpustakaan SMPM 12 GKB: Ada Koleksi Kliping Koran Tahun 1949 dan Majalah Tahun 60-an

    170
    Hikmah Press
    Dwi Bagus Gunawan menunjukkan bundel majalah Tempo dan Horizon koleksi Perpustakaan SMPM 12 Gresik. (Ichwan Arief/PWMU.CO)

    PWMU.CO – Sebagai sumber belajar, perpustakaan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik memiliki referensi yang bernilai tinggi. Beberapa materi tentang kebudayaan, sastra, politik, sosial budaya, maupun perekonomian Indonesia yang dimuat di majalah Tempo, Horison, Budaja Djaja, Ekspres, dan Suara Muhammadiyah, mulai tahun 1960-1976.

    Selain itu, koleksi juga berupa kliping dari koran Kompas dengan angka tahun 1949 dengan gambar masa kepresidenan Soekarno dan Hatta.

    iklan

    Semua koleksi tersebut tertata rapi di rak koleksi A perpustakaan dalam bentuk bendel dan sudah diberi kertas cover tebal. Koleksi berupa majalah dan kliping koran ini merupakan hibah dari Bapak Marindra Adnan, tokoh Muhamamdiyah di Kabupaten Gresik. Hibah ini merupakan koleksi pribadi yang diberikan ke perpustakan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.

    “Saya masih ingat ketika Bapak Marindra menghibahkan buku ini, tujuan adalah semoga bisa menjadi sumber bacaan guru dan juga siswa sehingga memiliki manfaat lebih besar dari pada disimpan di perpuskataan pribadinya,” papar Dwi Bagus Gunawan SS, pustakawan. “Ada 22 bendel majalah dan 2 bendel koleksi kliping pribadi yang diserahkan sekitar tahun 2007, ketika perpustakaan sekolah beralih di gedung 3, lantai 2 ini,” tambahnya, saat ditemui, Selasa (3/4/18) di perpustakaan.

    Lulusan Universitas Negeri Jember itu menjelaskan, materi isi majalah dan kliping koran memang sedikit berat untuk ukuran anak SMP, tetapi kalau sebagai materi umum tidak ada salahnya. Untuk guru, saya kira materi yang ada dalam koleksi tersebut sangat penting dan wajib dibaca.

    Koleksi berupa bendel majalah Horison mulai tahun 1967-1971, majalah Budaja Djaja tahun 1968-1971, majalah Tempo tahun 1971-1972, majalah Ekspes tahun 1971-1972, majalah Suara Muhammadiyah tahun 1970, dan kliping koran Kompas tahun 1949.

    Dwi Bagus Gunawan menunjukkan kliping koran “kuno” koleksi perpustakaan. (Ichwan Arief/PWMU.CO)

    “Semua koleksi berupa bendel majalah dan kliping koran ini merupakan koleksi yang memiliki nilai literasi sangat tinggi. Maka harapan terbaiknya adalah semua guru bisa membaca dan bisa dijadikan sebagai acuan sumber belajar sebagai tambahan wawasan dan informasi tentang Indonesia, baik dari sudut pandang kebudayaan, sosal budaya, politik, perekonomian, seni, serta sastranya,” ungkap Haifa Marta, koordinator perpustakaan.

    Haifa mengatakan, materi seni budaya dan sastra yang dimuat di majalah Horison dan Budaja Djaja masih memiliki korelasi dengan materi bahasa Indonesia, khususnya tentang periodesasi sastra di Indonesia. Artikel dan juga cerpen-cerpennya yang dimuat pun memiliki kualitas terbaik, meskipun ejaan yang digunakan masih menggunakan ejaan lama.

    Dalam majalah Horison dan Budaja Djaja, banyak esai, artikel, dan juga cerita pendek dari seniman terkenal, mulai dari Arif Budiman, Budi Darma, Ajib Rosidi, Ramadhan KH, Umar Kayam, Taufiq Ismail, Goenawan Muhammad, Danarto, Muchtar Lubis, WS Rendra, HB Yassin, Sapardi Djoko Damono, dan juga penulis luar negeri Friedrich Nietzsche.

    “Harapan terbesar saya adalah siswa dan guru bisa memanfaatkan koleksi ini sebagai media belajar dalam menambah wawasan dan pengetahuan. Selain itu, ketika guru memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar siswa, guru bisa mengarahkan siswanya untuk membaca-baca koleksi tersebut sehingga siswa juga tahun dan kenal majalah-majalah dan koran yang pada zamannya sangat terkenal,” ujar Dwi Bagus, sambil menunjukkan foto yang termuat di salah satu koleksi kliping koran. (Ichwan Arif)

    Dua pelajar SMPM12GKB, Ahmad A’mal Haqiyyudin Nur (berjas kuning) dan M. Faiz Maulana, sedang membaca koleksi majalah Horison dan Tempo. (Ichwan Arief/PWMU.CO)