Ini Kata Puan Maharani saat Berkunjung ke Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

1491
Hikmah Press
Puan Maharani didampingi Muhadjir Effendy bersama santriwati Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta. (Ulin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suara marchingband bergema kala Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani memasuki area Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (3/4/18).

Puan beserta rombongan datang dalam rangka kunjungan kerja dan pembagian kartu PKH (Program Keluarga Harapan) kepada ibu-ibu di sekitar Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta.

iklan

Dalam kunjungan kerja kali ini, Puan didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy MAP; Wakapolri Komjen Pol Drs Syafrudin MSi; Wakil ketua MPR RI H Mahyudin MM, dan pejabat terkait. Hadir pula Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra Noordjanah Djohantini MM yang merupakan alumni Mu’allimaat.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan lagu Sang Susrya. Dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri Tapak Suci dan Tari Rantak dari Kerinci yang memukau hadirin.

Direktur Madrasah Mu’allimaat Agustyani Ernawati Spd, menjelaskan sejarah singkat Mu’allimaat. Erna juga menyampaikan lima kompetensi dasar yang menjadi andalan siswi-siswi Mu’allimaat.

Puan Maharani saat membangikan kartu PKH. (Istimewa/PWMU.CO)

Dalam ceramahnya, Puan mengapresiasi Madrasah Mu’allimaat sebagai sekolah perempuan pertama yang telah berdiri sejak tahun 1918. Ia kemudian bercerita, sebelum kunjungan ini, ibunya, Megawati Soekarno Putri, Presiden RI ke-5 pernah berkunjung juga ke Mu’allimaat. Sedang ayah Puan, Taufiq Kiemas pernah berkunjung ke Madrasah Mu’allimin.

Di tengah pidatonya, Puan memberi beberapa pertanyaan kepada siswi Mu’allimaat, ibu-ibu penerima kartu PKH, serta guru dan karyawan Madrasah Mu’allimaat.

Kepada siswi, Puan meminta untuk menunjukkan keahliannya. Tak tanggung-tanggung, hadiah yang diberikan kepada dua siswi terpilih berupa komputer tablet dan gitar.

Kepada ibu-ibu penerima kartu PKH, pertanyaan yang diajukan seputar penggunaan dana PKH. Terakhir, pertanyaan untuk guru Mu’allimaat seputar Pancasila dan empat pilar.

Puan dan Muhadjir kemudian menuliskan motivational quotes untuk Madrasah Mu’allimaat. Keduanya berpesan agar Madrasah Mu’allimaat selalu maju dan tetap menjadi sekolah pelopor pemimpin putri.

Para siswi nampak terkesan dengan acara ini. “Seneng banget. Soalnya sebagai siswi kelas satu MTs saya baru pertama kali berjumpa dengan tokoh penting Indonesia,” kata Naura Cinta, salah satu siswi. (Ibrin/Ageng)