Jadi Pemirsa Live Pengajian Asalam TVRI, Aisyiyah Kebomas Peroleh Empat Manfaat

274
Hikmah Press
Berfoto bersama Ustdaz Su’udi Sulaiman usai live pengajian Asalam TVRI. (Erma/PWMU.CO)

PWMU.CO – Silaturahmi, konsolidasi, ngaji, dan rekreasi. Empat kata itulah yang ingin dicapai oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebomas dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Kebomas, Gresik, ketika mengajak 28 anggotanya menjadi pemirsa siaran live pengajian Asalam di Stasiun TVRI Jawa Timur, Jumat (6/4/18).

“Tujuan kami mengikuti pengajian Asalam di TVRI Surabaya di samping menambah wawasan agama juga untuk ajang silaturahmi antarpengurus PCA dan PRA se-Kecamatan Kebomas,” kata Hj Nurfadlilah, Ketua PCA Kebomas, pada PWMU.CO Sabtu (7/4/18).

iklan

Selain itu, tambahnya, mereka bisa rekreasi bersama untuk melepas kepenatan akibat rutinitas kegiatan sehari-hari. “Ini juga untuk mengakrabkan dan konsolidasi PCA dan PRA se-Kecamatan Kebomas Gresik,” ujarnya.

Bu Nur, panggilan akrabnya, menjelaskan, live pengajian Assalam berlangsung pukul 14.00-15.00 WIB. Agar hadir tepat waktu, peserta sudah harus berangkat dari Kota Gresik pukul 11.00. “Sampai di lokasi pukul 12.00. Kami makan siang dan shalat dulu.kemudian masuk studio pukul 13.00 untuk melakukan gladih bersih terlebih dahulu,” ujarnya.

Dia mengatakan, baru kali pertama PCA dan PRA se-Kecamatan Kebomas mengikuti acara seperti ini. “Alhamdulillah, ibu-ibu begitu senang dan gembira bisa ikut siarang langsung,” ucapnya.

Nurfadlilah (kiri) tampak bersama peserta lain tampak dalam siaran langsung TVRI. (Istimewa/PWMU.CO)

Dalam pengajian Asalam—yang artinya ayo sinau (ayo belajar) agama Islam—kali ini yang menjadi narasumber adalah KH Su’udi Sulaiman.

Menurut Kiai Su’udi, manusia sekarang lebih mencintai kehidupan dari pada kematian. “Manusia lebih suka kemewahan dunia. Manusia tidak memikirkan masa depan,” tuturnya sambil mengutip Alquran surat  Alhadid ayat 20 dan dan Aljumah ayat 8.

“Semua yang ada di dunia ini hanya titipan dari Allah SWT. Semua akan kembali kepadaNya. Oleh karena itu kita harus bersyukur, jangan hidup ongso-ongso,” pesannya.

Dia mengintakan, apa-apa yang kita miliki harus disyukuri apa adanya. “Kita harus beribadah kepada Allah SWT dan kehidupan di dunia harus diisi yang positif saja,” tausiay Ustadz Su’udi. (Erna Hidayati)