Beragama Islam kok Berdoa ke Penghuni Makam untuk Permudah Urusan?

458
Hikmah Press
Beragama Islam kok Berdoa ke Penghuni Makam untuk Permudah Urusan?
Habibullah AlIrsyad saat mengisi safari subuh PDMSurabaya di Masjid Istiqomah Jojoran Surabaya, (foto: poppy/pwmu.co)

PWMU.CO – Untuk meraih kehidupan bahagia, seorang yang mengaku beragama Islam harus mendasarkannya pada tauhidullah. Bahwa seluruh hidup dijalankan untuk meng-Esa-kan Allah, bertuhan, beribadah serta tunduk dan taat hanya kepada Allah. Sayangnya, ada saja umat yang justru mendatangi dukun, paranormal, atau makam tertentu ketika sedang menghadapi masalah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Kenjeran Surabaya Habibullah AlIrsyad, MPdI dalam kegiatan safari subuh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya di Masjid Istiqomah Jl Jojoran 3/46 Gubeng Surabaya, Ahad (8/4). Habib menjelaskan, dalam menjalani hidup ini, manusia menginginkan kehidupan yang baik.

iklan

Karena ingin terpenuhi segala kebutuhan yang diinginkan, siang dan malam manusia berusaha dan berdoa kepada Allah agar tercapai tujuan itu. “Dalam doa harian, sehabis melaksanakan shalat lima waktu kita memohon kepada Allah agar mendapatkan rizki yang halaalan thayyibaa yang membawa pada keberkahan hidup,” ujar pengurus Klikjodohmu PDM Surabaya itu.

Baca Juga:  Ziarah Kubur Versi Muhammadiyah yang Sering Disalahpahami

Sayangnya, tambah Habib, ketika manusia menghadapi masalah, justru larinya tidak pada Tuhan. “Banyak di antara manusia apabila mempunyai masalah baik masalah ekonomi, kesehatan ataupun yang lainnya keluh kesahnya bukan kepada Allah. Tetapi mendatangi seorang dukun, paranormal dan makam-makam tertentu.”

Dengan mudah, Habib memberi contoh gamblang dalam kehidupan keseharian. “Contohnya adalah karena menghadapi Ujian Nasional, para siswa berbondong-bondong datang ke makam para wali untuk berdoa meminta agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalani ujian,” paparnya.

Menurut Habib, manusia itu harus punya keyakinan bahwa Allah mencipta dan memelihara alam semesta. Keyakinan bahwa Allah swt adalah Tuhan yang Haq dan keyakinan bahwa Allah-lah yang berhak dan wajib disembah. Manusia harus sadar bahwa di hari akhir manusia itu akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya. Sehingga hidupnya semata-mata digunakan untuk selalu berbuat baik dan beramal shaleh. (sukis)

Baca Juga:  Sunnah atau Mubah: Bagaimana Sebenarnya Cara Menyimpulkan Hukum Ziarah Kubur?