Menata Sandal, Jadi Ciri Masjid yang Makmur

161
Hikmah Press
m su’ud/pwmu.co
Ustadz Masroin saat memberikan materi Pelatihan Peningkatan Kualitas Muhammadiyah.

PWMU.CO – Banyak cara untuk memakmurkan masjid, dan salah satunya adalah yang mudah dan enteng, menata sandal. Bagaimana menata sandal jamaah masjid adalah bagian dari karakter jamaah yang sudah terbina lama.

Ini diungkapkan Ketua Majelis Tabligh PDM Lamongan, Ustadz Masroin Assafani ketika menyampaikan materi di forum Pelatihan Peningkatan Kualitas (PKM) Muhammadiyah yang digelar di Aula SMA Muhammadiyah 10 Sugio, Lamongan, Sabtu (7/4/2018).

iklan

“Jangan dikira menata sandal itu persoalan mudah. Ini hanya bisa dilakukan oleh jamaah yang sudah terbiasa dan menjadi karakter diri,” kata Ustadz Masroin. Masroin juga memberikan kesaksian bahwa sandal yang rapi merupakan perwujudan dari kesadaran jamaah dan itu hanya ada di masjid yang dimakmurkan dan terorganisasi dengan baik. Masroin lalu mengutip pepatah arab, ‘Nahnu na’malul Islam laisa natakallamul Islam’, yang artinya kami mengamalkan islam. kami tidak membicarakan Islam.

Dengan menata sandal jamaah di masjid, ini bisa menjadi perwujudan dari amalan Islam bahwa kita harus bersih, rapi dan tertib.

Pria, asal Desa Sapan Kecamatan Laren ini juga menyoroti masjid yang kumuh dan kotor, padahal masjid adalah simbol perubahan dan penyadaran. Masroin mengajak, agar takmir masjid memulai dakwahnya dari yang sederhana, semisal membuang sampah pada tempatnya, penataan barang, sandal, dan sejenisnya. “Orang datang ke masjid itu mencari ketenangan lahir dan batin. Kalau lingkungan tidak bersih, akan mengganggu pikiran dan jiwa,” tandasnya.

PKM yang sudah masuh dalam angkatan ke-8 ini dilaksanakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sugio, diikuti oleh 90 peserta atas inisiasi Majelis Tabligh PDM Lamongan.

Pada kesempatan itu, anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Laren ini secara spontan mengajak peserta pelatihan melakukan infaq. Di luar dugaan, terkumpul uang Rp 2 juta. Selanjunya uang ini diserahkan kepada Majelis Tabligh Cabang Sugio, untuk digunakan operasional dakwah.(m su’ud)