Bersyukur, Anak SD Muhammadiyah Sudah Bisa Go International

134
Hikmah Press
Nasikin/pwmu.co
Peserta student immersion SD Muhammadiyah Sidoarjo di KBRI Kuala Lumpur.

PWMU.CO-Sebanyak 32 siswa SD Muhammadiyah se Sidoarjo mengadakan lawatan ke Malaysia. Program Student Immersion ini dilaksanakan Senin-Jumat (2-6/4/2018). Didampingi tujuh guru pendamping, rombongan muhibah ini berkunjung ke SBPI Gombak, sekolah asrama penuh, Sekolah Kebangsaan Taman Sri Gombak, dan SK Gombak Utara.

Usai  studi banding proses pembelajaran di beberapa sekolah, rombongan berkunjung ke Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur, Kamis (5/4/2018). Peserta disambut oleh Erwinsyah SH LLM, staf Divisi Pendidikan dan Kebudayaan. Dia pernah berkuliah S1 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

iklan

Baca Juga: Nggak Tahu Pakai Ilmu Apa, kok Semua Terpukau? Observer Malaysia yang Takjub pada Lesson Study SDMM

“Saya sangat bangga melihat anak-anak usia 10-11 tahun ini sudah bisa go internasional, membuka wawasan, punya pengalaman, punya paspor, dan naik pesawat keluar negeri. Kalian hebat,” kata Erwin saat menyambut rombongan.

Erwin menyebutkan tugas KBRI dan menceritakan permasalahan warga Indonesia di Malaysia. “Hampir setiap hari kantor KBRI ini ramai. Ada saja permasalahan yang dikeluhkan warga Indonesia di sini. Mulai dari pernikahan, perceraian, pekerjaan, pendidikan, dan pelimpahan hak asuh anak dan lain-lain. Tapi di sinilah tugas kami, memberikan pelayanan kepada masyarakat, melindungi dan mengadakan negosiasi dengan pemerintah Malaysia, termasuk diberi akses pendidikan.

Dia bercerita kesulitan anak-anak Indonesia di Malaysia, terutama anak-anak ilegal secara hukum. “Anak-anak tersebut pada awalnya tidak mendapatkan hak apa-apa. Lalu kami bernegosiasi dengan pemerintah Malaysia dan akhirnya mereka diberi kesempatan bersekolah meskipun hanya sekali dalam sepekan,” tuturnya.

Tidak hanya itu saja, sambungnya, fasiltas buku yang mereka peroleh sangat terbatas. Satu buku dipakai untuk tiga siswa atau bahkan lebih. Namun kelebihan mereka adalah di pendidikan karakter. Hal ini diharapkan dapat mengubah perilaku mereka lebih baik dan tertib.

Diakhir sambutannya dia berharap kepada peserta student immersion semoga di kemudian hari bisa memberi manfaat kepada orang lain. “Anak-anak sangat beruntung dibanding anak Indonesia di Malaysia. Semoga di kemudian hari anak-anak bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Setelah sambutan, Erwin memberikan medali kepada semua peserta student immersion. Airlangga Surya Dharma, murid kelas 5 ICP, sangat senang bisa berkunjung ke KBRI di Kuala Lumpur.  “Saya sangat senang bisa ke sini, diberi medali dan tahu permasalahan anak Indonesia di Malaysia,” kata Rangga, panggilannya.  (Nasikin)