Bila Ingin Kaya Ada Ilmunya, jika Tidak Ingin Bangkrut Beda Lagi Ilmunya

159
Hikmah Press
Sebagian peserta Ngaji Bisnis dan Pelatihan Pertanian MEK PCM Pucuk Lamongan. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pucuk, mengadakan Ngaji Bisnis dan Pelatihan Pertanian, di Gedung TK ABA Kesambi Pucuk, Lamongan, Ahad (8/4/18).

Hadir dalam acara ini yang diikuti 100 peserta ini, Ketua PCM Pucuk Sanusi SPd, Anggota MEK Pimpinan Daerah Muhammadiya (PDM) Lamongan H Iksan, serta narasumber Dian Berkah MHI dari Universitas Muhammadiyah Surabaya dan anggota tim Agro Mulia Ir Hendra Sedijalaksana.

iklan

Iksan menjelaskan, di antara program prioritas Muktamar Muhammadiyah di Makasar adalah meningkatlan ekonomi. “Berarti kita diharapkan menjadi pengusaha Muslim, yang cirinya mampu mendekatkan diri dengan keluarga, mampu berkembang maju dan memberi manfaat bagi umat,” tutur dia.

Iksan mengatakan, kalau Antum ingin kaya maka pelajari ilmu bisnis dan perdagangan. “Dan kalau Antum ingin tidak bangkrut maka pelajari ilmu utang,” pesannya, serius.

Dian Berkah menjelaskan, Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. “Ini sangat jelas. Berarti kita boleh jual-beli untuk memperoleh keuntungan,” pesannya.

Karena itu, sambung Dian, kita perlu juga jihad ketakwaan harta. “Dan semua yang kita lakukan untuk mencari ridla Allah dan membeti manfaat pada umat. Inilah yang termasuk prinsip ekonomi Islam,” ujarnya.

Hendra Sedijaleksana mengungkapkan, tangan kanan manusia mengandung bakteri pembusuk dan tangan kiri mengandung antiseptik. “Jadi seimbang,” ucapnya sambil membacakan surat Arrahman ayat 8-9, “Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.”

Selanjutnya, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Suko, Sidoarjo, itu mengajak peserta pelatihan ke kebun untuk menerima penjelasan yang berkaitan dengan pupuk.

Ketua MEK PCM Pucuk Soni Sandra Rahwana sangat puas terhadap kegiatan ini. Dia berharap apa yang disampaikan narasumber biasa dipraktikkan di lapangan. (Hilman Sueb)

Hendra Sedijaleksana (kanan) saat menjelaskan tentang pupuk. (Istimewa/PWMU.CO)