Pendidikan Tak Sesuai Fitrah, seperti Kebiasaan Menulis dengan Tangan Kanan Dipaksa Ganti Tangan Kiri

236
Hikmah Press
Mohamed Hafiz bin Othman memberikan materi Fitrah Education Model. (Vita/PWMU.CO)

PWMU.COFitrah Education Model menjadi materi pembuka dalam International Training on Education – Training of Trainer for Islamic Education Leaders yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Senin (9/4/18).

Bertempat di Grand Whiz Hotel, Trawas Mojokerto, kegiatan ini bekerjasama dengan Irsyad Trust Ltd dan Temasek Foundation International, Singapore.

iklan

Principal Consultant Irsyad Trust Ltd Mohamed Hafiz bin Othman menyampaikan, pendidikan yang dilakukan sesuai fitrah manusia akan memberikan hasil yang optimal.

Hafiz—sapaannya—mengajak peserta mempraktikkan “Write using your non-master hand” sebagai representasi kegiatan non-fitrah. Dalam kegiatan tersebut, peserta diminta menulis kembali beberapa kalimat yang ada di makalah menggunakan tangan yang tidak biasanya. Misalnya, jika biasa menulis dengan tangan kanan, maka kali ini peserta diminta menulis dengan tangan kiri.

Baca Juga:  Minimalkan Peran Guru, Perbesar Porsi Siswa: Pembelajaran Bermakna dalam 'Fitrah Education Model'

Dalam waktu yang telah ditentukan, peserta mulai mempraktikkan perintah Hafiz tersebut. Berbagai komentar mulai terdengar dari peserta. Hafiz tetap tenang mendengarkan komentar peserta sambil berkeliling melihat hasil tulisan peserta.

Share and discuss with your group members the outcomes and your experience. What is the quality of the writing? How do you feel? Do you feel like giving up after a while?” ujar Hafiz meminta peserta mendiskusikan hasil kegiatan peserta serta apa yang mereka rasakan.

Salah satu peserta Hari Widyanto MPd mengaku tangannya kaku dan berkeringat saat mempraktikkannya. Hal senada disampaikan peserta lain Naimul Hajar MKomp. “Saya biasa menulis dengan tangan kanan. Jadi ketika menulis dengan tangan kiri, rasanya sulit dan butuh energi lebih besar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sukses Dikembangkan di Singapura, Pendidikan Berbasis Fitrah Ini Ditularkan ke Indonesia

Ternyata, menjalani aktivitas non-fitrah itu tidak mudah. “Karena itu, memberikan pendidikan sesuai fitrahnya menjadikan pendidikan yang lebih menarik dan optimal,” kata Hafiz. (Vita)