Minimalkan Peran Guru, Perbesar Porsi Siswa: Pembelajaran Bermakna dalam ‘Fitrah Education Model’

114
Hikmah Press
Mohamed Hafiz bin Othman di depan peserta. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pembelajaran aktif melibatkan siswa dalam dua aspek, yakni melakukan berbagai hal dan memikirkan hal-hal yang mereka lakukan. Seperti  tiga pilar Fitrah Education Model yang dijelaskan Mohamed Hafiz bin Othman di Grand Whiz Hotel, Trawas, Mojokerto, Senin (9/4/18).

Dalam kegiatan “International Training on Education – Training of Trainer for Islamic Education Leaders” yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Hafiz—sapaannya—mengenalkan konsep yang melibatkan siswa dalam pembelajaran secara langsung. “Tiga pilar tersebut adalah active learning, self-mastery, dan role modelling,” ujarnya.

iklan

Principal Consultant Irsyad Trust Ltd tersebut menjelaskan, active learning merupakan salah satu pembelajaran yang melibatkan siswa dalam melakukan sesuatu dan berfikir tentang apa yang mereka lakukan. “Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki siswa,” jelasnya.

Baca Juga:  Pendidikan Tak Sesuai Fitrah, seperti Kebiasaan Menulis dengan Tangan Kanan Dipaksa Ganti Tangan Kiri

Dalam pembelajaran ini, lanjutnya, siswa dituntut untuk mengunakan otak dalam berfikir sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. “Ini juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap tertuju pada proses pembelajaran,” tambahnya.

Selain itu, pembelajaran yang learner-centered dapat menunjang self-mastery (penguasaan diri) siswa dengan lebih optimal. Hafiz meyakini, ketika peran guru diminimalkan dan siswa memiliki kesempatan untuk memandu sendiri pembelajaran mereka di lingkungan dengan berbagai bahan dan teknologi yang mudah digunakan, pembelajaran yang berpusat pada siswa akan terjadi. “Ini akan membuat siswa bisa belajar secara mandiri (independent learning) dan mereka bisa develop their understanding,” paparnya.

Baca Juga:  Pendidikan Tak Sesuai Fitrah, seperti Kebiasaan Menulis dengan Tangan Kanan Dipaksa Ganti Tangan Kiri

Hafiz juga menyampaikan, jika self-mastery yang didukung active learning dapat berjalan dengan baik, maka role-modelling akan dapat diwujudkan dengan baik pula. “Sebagai contoh, project bersama orangtua di rumah, tutor sebaya, dan lain sebagainya,” jelas Hafiz memberi contoh beberapa role-modelling. (Vita)

Peserta Training of Trainer for Islamic Education Leaders di Grand Whiz Hotel. (istimewa/PWMU.CO)