Dipaksa Ikut Berbuka Bersama di Masjid Nabawi meski Tak Ikut Berpuasa

1284
Hikmah Press
Menghadap hidangan buka bersama sambil menunggu adzan dikumandangkan. (Tjatur Prijambodo for PWMU.CO).

PWMU.CO – Selalu ada yang menarik dalam setiap perjalanan. Apalagi perjalanan spiritual ke Tanah Suci. Seperti yang dialami oleh jamaah umrah PT Relasi Laksana Wisata, saat mereka berada di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Senin (9/4/18).

Dokter Tjatur Prijambodo—-salah satu anggota rombongan—mengisahkan, saat itu, menjelang Maghrib, di dalam masjid banyak orang yang lalu-lalang menawarkan makanan gratis. Ada kurma, roti Arab, air Zamzam, minuman jahe, dan lain sebagainya.

iklan

“Mereka setengah memaksa para jamaah yang bersiap shalat Maghrib untuk singgah, bergabung ke dalam shaf-shaf untuk buka bersama,” terang Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo itu. Di shaf berbuka itu digelar kain putih, tempat hidangan berbuka disediakan. Jamaah duduk saling berhadapan.

Dia menjelaskan, walau berkali-kali dijelaskan bahwa rombongan umrah PT. Relasi Laksana Wisata tidak berpuasa, mereka tetap saja ‘memaksa’ mereka untuk singgah di ‘lapak’-nya.

“Tentu kami merasa malu kalau makan kurma sebelum terdengar adzan. Walhasil, kami hanya memandangi beberapa suguhan, termasuk kurma muda (ruthab), yang konon bisa membantu pasangan yang belum dikaruniai anak untuk segera hamil,” ungkapnya. “Kami hanya bisa menelan ludah sembari menanti muadzin melantunkan adzan.”

Tak berapa lama, cerita Tjatur, suara adzan berkumandang. “Tiba saatnya waktu untuk ‘berbuka’. Kami pun makan kurma dan meminum air Zamzam. Tak lupa kami juga menyantap roti khas Arab, walaupun terasa asing di lidah,” terang Tjatur memalui pesan WhatsApp kepada PWMU.CO, Selasa (10/4/18).

Meski tak menjalankan puasa sunah, namun ikut ‘buka bersama’ terasa nikmat. “Kami semakin mensyukuri nikmat Allah yang begitu luar biasa ini. Hanya dalam hitungan detik, aneka makanan dan minuman ‘berbuka’ tadi sudah bersih, beberapa saat setelah adzan dikumandangkan,” tutur dokter Tjatur.

Dia menyampaikan, meski habis dipakai berbuka bersama, kebersihan dan keharuman karpet masjid Nabawi tetap terjaga.

Petang itu adalah shalat Maghrib kedua yang dilakoni jamaah umrah yang dikelolah oleh PT milik Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. Rombongan di bawah bimbingan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr Saad Ibrahim MA dan Ustadz Juprie Ubaid ini berziarah di Kota Madinah Almunawarah terlebih dahulu sebelum menunaikan ritual umrah di Kota Makah Almukaramah. (MN)