Di Radio, Jamaah Umrah Bisa Memahami Khutbah Syekh Abdurrahman Sudais

261
Hikmah Press
Tjatur Prijambodo (kiri) saat di Masjid Alharam. (Tjatur for PWMU.CO)

PWMU.CO – Tidak menguasai bahasa Arab bukan berarti tidak bisa memahami khutbah shalat Jumat di Masjid Alharam,, Makkah, Arab Saudi. Pasalnya, jamaah bisa mendengarkan terjemahannya secara live melalui radio FM.

Untuk terjemahan dalam bahasa Indonesia, jamaah bisa mendengarkan melalui gelombang 90.5 FMz. “Caranya sangat mudah, pasang headset, kemudian buka aplikasi radio FM dan cari gelombang tersebut,” ujar dr Tjatur Prijambodo MKes, yang sedang menjalankan ibadah umrah melalui PT Relasi Laksana Wisata.

iklan

Dengan cara itu, dokter Tjatur—panggilan akrabnya—bisa memahami pesan-pesan khutbah yang disampaikan Syekh Abdurrahman Sudais dalam khutbah Jumat, di Masjid Alharam, (13/4/18).

Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah, Tulangan, Sidoarjo. itu menjelaskan, dalam khutbahnya, Syekh Sudais menyinggung tentang berbagai ideologi yang sekarang berhasil mempengaruhi umat Islam di berbagai belahan dunia, seperti materialisme yang meragukan eksistensi Tuhan sebagai  pencipta alam semesta.

“Ada juga negara yang meyerukan dan mengacaukan Islam degan menggembar-gemborkan tentang ekstremisme dan terorisme,” kata Tjatur menirrukan Syekh Sudais sebagaimana diterjemahkan radio FM tersebut.

Syekh Sudais juga mengingatkan tentang bahaya Zionisme yang semakin meraja-lela dan penggunaan senjata kimia dalam beberpa peperangan modern yang membunuh wanita dan anak-anak.

“Belaiu juga prihatin karena umat islam disibukkan dengan perpecahan,” kata Tjatur pada PWMU.CO, Sabtu (14/4/18).

Menghadapi persoalan itu, kata Tjatur, Syekh Sudais mengajak jamaah untuk kembali kepada Allah. “Makhluk diciptakan untuk beribadah kepada Allah, maka kita harus mengenal Allah. Semakin tahu Allah maka iman akan semakin kuat,” kata Tjatur mengutip Sudais.

Menyitir Ibnu Qayyim, Sudais menjelaskan, dengan mengenal nama-nama Allah maka kita akan semakin cinta Allah. Selain itu, lanjut Tjatur, Syekh Sudais mengajak merenungkan ciptaan Allah di alam semesta ini.

“Maka kalian akan semakin mengenal Allah. Karena tidak ada yang lebih hebat selain Allah,” pesan Sudais. Menurutnya, jagad raya ini adalah kitab Allah yang tak tertulis.

Di bagian lain khutbahnya, ujar Tjatur, Syekh Sudais mengajak jamaah memperbanyak membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW sembari  mengambil petunjuk darinya. “Agar kita beruntung di dunia dan akhirat, khususnya di zaman keterasingan seperti sekarang ini,” kata Tjatur menirukan pesan Sudais.

“Beliau juga meyampaikan bahwa zaman Rasulullah SAW adalah masa keemasan dan zaman terbaik. Tidak ada manusia sehebat Rasul. Sehingga seharusnya kita mengambil petunjuk dari Rasulullah SAW,” terang Tjatur.

Tjatur mengungkapkan, Syekh Sudais juga mengingatkan akan banyaknya ritual yang tidak pernah dilakukan para Salafusshalih, tapi kini diamalakan umat Islam. Hal itu, akan semakin menjauhkan umat dari nilai-nial Islam itu sendiri.

“Barangsiapa melakukan sesuatu yang tidak ada tuntunannya dari Rasul, maka akan tertolak,” ingat Sudais menjelaskan sabda Rasulullah SAW. (MN)