Kegiatan yang selalu Kenakan SWP-SWO, dalam Kritik dan Tanggapan

312
Hikmah Press
Pembukaan Rakernas MPK PP Muhammadiyah. Dari kanan DR Nazaruddin Malik, Dahlan Rais MHum, DR Ari Anshori MAg dan Nadjib Hamid MSi (foto: uzlifah/pwmu.co)

PWMU.CO – Provokasi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid MSi tentang minimnya kepedulian terhadap kader dan perkaderan, mendapatkan tanggapan serius. Terutama dari ketua MPK Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Ari Anshori dan Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais MHum.

Ketika menyampaikan pidato sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah di Aula BAU UMM, Jumat (13/4/18), dengan nada bercanda Nadjib mengatakan bahwa umumnya para pemimpin bilang kalau kader dan perkaderan itu sangat penting.

iklan

Tapi dia tidak percaya dengan pernyataan itu, karena kebanyakan belum menindaklanjutinya dengan penganggaran yang memadai. “Bilang kader itu penting, tapi tidak dilanjuti dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk perkaderan. Sehingga setiap MPK PP mengadakan kegiatan yang melibatkan wilayah, selalu mengenakan SWP dan SWO,” ujar Nadjib.

Diilustrasikan, di tingkat pusat ada 20 lebih Majelis/Lembaga. “Jika semua Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) itu dalam kegiatannya melibatkan UPP tingkat wilayah dan semua dikenakan SWP-SWO, bisa bangkrut PWM-nya, dan tidak bisa melanjutkan kegiatan,” tuturnya.

Meski disampaikan dengan nada guyon, ternyata pernyataan itu direspon sangat serius oleh Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Saya setuju dengan pernyataan pak Nadjib, tapi tidak semuanya. Kami tidak pernah kekurangan uang,” kata Ari Anshori.

Pernyataan Ari Anshori yang menggembirakan itu terasa kontradiksi, karena peserta tetap ditarik Sumbangan Wajib Peserta (SWP) pada acara Rakernas ini.

Menanggapi soal SWP, Drs Dahlan Rais MHum menganggapnya sebagai bentuk partisipasi. “SWP itu bentuk partisipasi. Jadi, baik-baik saja,” kata Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi kader terseut.

Rakernas yang berlangung selama tiga hari (13-15/18), ini dihadiri 117 peserta, utusan dari wilayah se-Indonesia. Turut hadir memberikan pengarahan, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir. Agendanya, selain konsolidasi dan membahas penjabaran program 2018, juga ada seminar perkaderan dengan narasumber dari pimpinan pusat dan praktisi perkaderan. (uzlifah)