Mayoritas tapi Rasa Minoritas, 1 dari 3 Aspek Keumatan Bahasan Rakernas II MPK

123
Hikmah Press
Ketua MPK PP Muhammadiyah, DR Ari Anshori, dalam pembukaan Rakernas II MPK di UMM (foto: aan/pwmu.co)

PWMU.CO – Ada tiga hal penting yang perlu diperkuat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kali ini. Apakah itu sehingga harus berlangsung selama 3 hari, 13-15 Maret 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)?

Ketua MPK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ari Anshori menjelaskan, hal penting yang pertama adalah terkait dengan regionalisasi wilayah untuk optimalisasi kegiatan perkaderan di seluruh Indonesia.

iklan

“Hal itu penting sesuai dengan tagline MPK yakni speed, smart, quality dan produk,” kata dia dalam pembukaan acara Rakernas MPK PP Muhammadiyah di BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (13/4/2018).

Hal yang penting kedua, kata dia, terkait peran kader Muhammadiyah dalam dinamika keumatan dan kebangsaan. “Kita ini mayoritas. Tapi rasanya masih minoritas,” jelas Ari sambil menyatakan kondisi ini harus segera diselesaikan. Yaitu bagaimana angka kuantitas ini agar lebih kuat secara kualitas.

Baca Juga:  Kader Berpolitik, Haedar: Jangan Kembali Pulang ke Muhammadiyah sebelum Sukses

Sementara yang ketiga, lanjut dia, adalah terkait dengan transformasi sumber daya kader. Diterangkan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam transformasi sumber daya kader. Salah satunya adalah penerapan regulasi atau aturan hasil keputusan Muktamar yang berupa tanfidz.

Lalu, penguatan sistem perkaderan dan selalu melakukan penguatan nilai-nilai ideologi ber-Muhammadiyah karena ideologi merupakan pegangang utama organisasi. Ideologi juga menjadi ruh Persyarikatan.

“Ideologi penting karena memberi arah. Ideologi penting karena mengikat dan membentuk karakter, serta dapat membatu menentukan strategi organisasi,” tandasnya. (aan)