Di Workshop Takmir Masjid Ini Banyak Orang Lucu

52
Hikmah Press
Darul/pwmu.co
Suasana Workshop Ketakmiran Majelis Tabligh PDM Sidoarjo.

PWMU.CO-Anggapan orang-orang Muhammadiyah tidak senang humor dan terkesan selalu serius tampaknya perlu direvisi. Workshop Manajemen Ketakmiran Masjid membantah semua itu.

Acara yang diselenggarakan Forum Komunikasi Masjid Muhammadiyah se Sidoarjo (FKMMS) Majelis Tabligh PDM Sidoarjo di Graha Umsida-Trawas, Jumat (13/4/2018) penuh gelak tawa.

iklan

Baca Juga: Cara Mudah Menyusun Rencana Anggaran Pengeluaran Belanja Masjid

Saat pembukaan acara, Ketua Panitia Burhanuddin MPdI menyapa para peserta dengan sapaan yang tidak biasa di kalangan Muhammadiyah.

“Para ulama, kiai, ustadz….,”

Suaranya terhenti, suasana menjadi hening. Burhan, sapaan akrabnya, kemudian melanjutkan, jika dia baru tahu ada perbedaan ustadz dan kiai.  “Saya baru tahu jika kiai itu tidak hanya sebutan untuk mereka yang ahli agama, namun juga……”

Suaranya berhenti lagi sambil melirik para hadirin menunggu respon.

“Beristri dua!” sahut satu peserta dengan cepat. Sontak seisi ruangan menjadi geerr.

Gelak tawa juga muncul saat sesi lain. Ketua PDM Sidoarjo Masyhud SM saat menyampaikan materi Meningkatkan Kualitas Ibadah bercerita bertemu seorang jamaah yang baru pulang dari berhaji.  ”Pulang haji yang banyak diceritakan fasilitas kamar hotel tempat menginap. Dia terkagum-kagum dengan kemewahan kamarnya,” katanya.

Mendengar cerita itu Masyhud berkomentar, “Saya khawatir dia malah betah di kamar hotel, enggan munajat di depan Kakbah sehingga menjadi Haji Kamarudin,” ujarnya disambut tawa para peserta.

Kelucuan tidak berhenti sampai disitu. Saat berlangsung sesi foto bersama, usai jepretan peserta akan bubar. Sang fotografer buru-buru memberi komando dengan suara lantang, ”Ubah gaya. Sekarang gaya bebas”

Peserta yang semula bergaya kaku formal, lantas bergaya suka-suka dan aneh-aneh. Ada yang mengepalkan tangan, menunjukkan jari telunjuk. Bahkan berselfie di antara kerumunan peserta.

“1-2-3!”  fotografer memberi aba-aba siap setengah berteriak. Gambar pun didapat. Ketika akan bubar, seorang peserta nyeletuk. “Mari ngene  gaya kupu-kupu,” ujarnya.

“Hahaha…” seluruh peserta tertawa. Mereka tidak membayangkan jika salah seorang kawannya yang ikut berfoto tadi menganalogikan gaya foto bebas dengan teknik dan gaya dalam renang.

Di luar kekocakan suasana forum, kegiatan workshop yang dihadiri 128 peserta  itu diharapkan menjadi wadah bagi takmir-takmir masjid Muhammadiyah Sidoarjo agar bisa meningkatkan kualitas dalam memakmurkan masjid. Tentu bukan dengan nanggap lawakan. (Das)