Makan Siang pun Jadi Bahan Ujian Kenaikan Tingkat

65
Hikmah Press
Suasana makan siang yang diselimuti hujan. (Tineke/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tidak ada makan siang gratis. Ungkapan yang bermakna tidak ada bantuan tanpa komimen itu jika dihubungkan dengan kegiatan Tapk Suci ini punya makna lain. Untuk mendapat makan siang (gratis) harus melewati rintangan alias ujian.

Itulah yang terjadi saat berlangsung  ujian kenaikan tingkat sabuk Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang diikuti peserta dari berbagai  jenjang pendidikan, mulai SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA sampai Perguruan Tinggi, di SMP Muhammadiyah 5 Jalan Raya Bungah, Gresik, Sabtu (14/4/18).

iklan

Sebanyak 314 pesilat  harus melalui berbagai ujian. Selain ujian tulis, fisik, jurus dan mental, peserta harus melewati ujian pada saat makan siang.

Tepat pukul 12.00 sirine berbunyi tanda panggilan panitia bagi seluruh peserta agar berkumpul di lapangan untuk persiapan makan siang.

Baca Juga:  Sebanyak 152 Pesilat Tapak Suci Kediri Timur Ikuti Kenaikan Tingkat

Ketika mereka bergegas menuju lapangan, hujan pun turun. “Makan siang harus tetap dilaksanakan di bawah hujan karena semua agenda harus berjalan sesuai jadwal,” ujar Muhammad Nur Yusuf, anggota tim penguji.

Seluruh peserta tetap duduk tenang menikmati dan menghabiskan makan siang mereka, meski dalam rintik hujan.

“Semoga seluruh rangkaian ujian ini dapat mencetak kader pesilat Tapak Suci yang tangguh” tambah Yusuf.

Jadi, tidak ada makan siang gratis kan? He-he-he …(Tineke Wulandari)