Waspadai Lima Penyakit yang Sering Menyerang Jamaah Umrah

128
Hikmah Press
Jamaah umrah perempuan yang tergabung dalam PT Relasi Laksana Wisata sebelum melaksanakan thawaf terakhir di Masjid Alharam, Ahad (15/4/18). (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Banyak pengalaman berharga yang bisa diperoleh saat melakasanakan perjalanan ibadah umrah. Salah satunya adalah menyangkut bagaimana menjaga staminta tubuh.

“Stamina dan daya tahan tubuh harus dijaga karena dalam melaksanakan ibadah umrah dan kegiatan lain yang mengirinya, akan menguras tenaga sehingga dapat menyebabkan kelelahan,” kata dr Tjatur Prijambodo MKes, kepada PWMU.CO, Ahad (15/4/18).

iklan

Direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo, itu pada tanggal 7-16 April 2018 berada di Tanah Suci Madinah dan Makkah untuk melaksanakan rangakain ibadah umrah bersama PT Relasi Laksana Wisata.

Ada 72 peserta yang umrah bersama dokter Tjatur, yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Situbondo, Ngawi, Tulungagung, Tuban, Gresik, Lamongan, Sumenep, dan Nganjuk

Mereka dipimpin oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr HM Saad Ibrahim MA, dengan tour leader Ustadz Juprie Ubaid dan Ustadz Badarman Hasan Rifai, serta muthawif Ustadz Budyansah dan Ustadz Hamid.

Selain membutuhkan fisik, kata dia, cuaca ekstrem di Tanah Suci juga menjadi tantangan bagi jamaah umrah. “Kelelahan, ditambah cuaca ekstrem yang tidak biasa bagi para jamaah dapat mengakibatkan kondisi tubuh menurun. Dan daya tahan tubuh pun menurun,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dipaksa Ikut Berbuka Bersama di Masjid Nabawi meski Tak Ikut Berpuasa

Menurunnya daya tahan tubuh, tambahnya, akan mempermudah penyakit menyerang. “Apabila sudah jatuh sakit, maka tentu untuk melakukan setiap ibadah akan terasa tidak nyaman. Oleh karena itu perlu perhatian besar bagi setiap jamaah umrah untuk selalu menjaga kesehatan tubuhnya,” pesannya.

Dosean Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya itu membeberkan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai oleh jamaah umrah saat di Tanah Suci.

Ziarah ke berbagai tempat bersejarah seperti ke Masjid Quba Madinah ini termasuk yang menguras tenaga jamaah umrah. (Istimewa/PWMU.CO)

Pertama, kekurangan cairan alias dehidrasi yang sering dialami oleh para jamaah. “Cuaca di Tanah Suci pada siang hari yang sangat terik serta proses ibadah yang menguras stamina menyebabkan tubuh kekurangan air,” terang dia.

Untuk mengatasinya, Tjatur memberikan tips agar jamaah membawa botol air minum selama kegiatan. “Memperbanyak konsumsi air putih setiap harinya, dan memakai payung apabila di rasa suhu sangat panas,” ujarnya.

Dia juga menyarankan untuk mengkonsumsi buah- buahan yang banyak mengandung cairan, seperti apel, jeruk, pir, kiwi, dan semangka.

Baca Juga:  Agen Majalah Ini Dapat Hadiah Umrah Gratis, Istrinya Sempat Tak Percaya

Kedua, flu dengan batuk dan pilek. yang merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan baik yang disebabkan oleh alergi, virus, maupun kuman lain. “Penyakit ini yang sering dialami oleh jamaah umrah,” ucapnya. Menurutnya, penyakit ini dapat diatasi dengan minum obat dan vitamin.

“Namun, sebaiknya dilakukan pencegahan dengan cara selalu menggunakan masker yang dilembabkan untuk menutupi hidung dan mulut. Melembabkannya dapat dilakukan dengan cara dibasahi air,” sarannya.

Selain itu, ujar dia, disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin dan cairan, seperti sayuran dan buah, susu, madu, minuman hangat, dan air zam-zam.

Ketiga, pusing yang disebabkan karena kurangnya oksigen ke otak serta kurangnya cairan tubuh. “Untuk pencegahannya tentunya dengan meningkatkan kandungan cairan dalam tubuh, seperti untuk mencegah dehidrasi, yaitu perbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan yang mengandung banyak cairan,” urainya.

Menurutnya, dapat pula diakukan gerakan dan pijatan yang dapat memperbaiki sirkulasi darah ke otak sehingga pengiriman oksigen ke otak akan lebih lancar.

Baca Juga:  Istimewa, Umrah dengan Dua Kali Shalat Jumat di Tanah Suci

Keempat, maag. Merupakan penyakit di mana produksi asam lambung berlebih. Menurut dokter Tjatur, maag dapat disebabkan karena faktor makanan maupun faktor kejiwaan. “Penderita yang sudah pernah memiliki riwayat penyakit maag sebaiknya menghindari makanan yang dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, seperti makanan pedas, asam, kopi, dan minuman bersoda,” ungkap dia.

Hal itu, kata dia, karena kepekaan lambung masing-masing orang terhadap setiap jenis makanan berbeda. “Jadi, sebaiknya harus mengenali makanan jenis apa yang sangat berpengaruh pada kambuhnya penyakit maag yang diderita. Selalu membawa obat maag kemana pun pergi, serta lakukan pijatan lembut di daerah perut dan pinggang untuk meredakan keluhan sakit maag,” jelasnya.

Kelima, diare yang berhubungan dengan tingkat kebersihan dan makanan. “Hindari makanan yang dapat merangsang lambung, seperti makanan asam dan pedas, serta pastikan kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Dokter Tjatur menjelaskan, dalam catatannya, banyak jamaah umarh yang mengalami gangguan di atas. “Maka untuk jamaah yang akan umrah, sebaiknya memperhatikan hal diatas,” harap dia. (MN)