Guru MIM Kras Kediri Bertukar Pengalaman Mengajar di Sri Lanka

83
Hikmah Press
pwmu.co
Binti Fahruri, kiri, bersama guru lain saat di Asian Grammar School Sri Lanka.

PWMU.CO-Meskipun jauh di pelosok, nama Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 3 Kras Kabupaten Kediri mencuat ke pelataran dunia. Salah satu guru madrasah ini, Binti Fahruri Zulhani, pernah mendapat kesempatan mengajar di Sri Lanka.

Kepala MIM 3 Kras Sutrisno SPdI menerangkan, guru Matematika Binti Fahruri Zulhani baru saja  menyelesaikan tugas sebagai peserta program pemuda magang ke luar negeri bersama 37 guru lainnya dari seluruh Indonesia.

iklan

Baca Juga: Usai Jalan-Jalan ke Korea, Maskot Sekolah Ini Pulang ke Ngadiluwih

Program dari Kemenpora RI ini untuk memberi kesempatan para guru menambah kompetensi dan kapasistas ilmunya dengan mendapat pengalaman mengajar di negara lain,” kata Sutrisno, Senin (16/4/2018).

Dihubungi terpisah Binti Fahruri Zulhani menjelaskan,   pengalaman keluar negeri itu berkat mengikuti Program Pemuda Magang Luar Negeri (PPMLN).  Program ini kerja sama dengan AIESEC ( Assosiation Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commercials)  Indonesia dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Binti Fahruri mengajar di Asian Grammar School, sekolah internasional di Kota Kolonnawa. Dia berangkat bersama lima temannya dari Indonesia selama enam pekan di negeri pulau selatan India itu. Dimulai tanggal 13 November sampai 20 Desember 2017.

“Saat mendaftar program itu, saya masuk cadangan. Saya tidak pesimis. Yakin jika itu menjadi rezeki saya, saya pasti berangkat. Alhamdulillah berkat dukungan keluarga dan beberapa pihak saya akhirnya ikut berangkat,” cerita Binti Fahruri lulusan jurusan pendidikan matematika IAIN Tulungagung.

Mengajar di negara lain, sambung dia, memberi banyak pengalaman sangat berharga. Perbedaan kurikulum, budaya, karakter murid, guru, dan walimurid memperkaya cara mengajar dan pergaulan dengan banyak suku bangsa.

”Sebagai orang desa, saya ingin membuktikan keterbatasan ekonomi tidak menghalangi kita untuk berprestasi. Saya ingin mengajak para pemuda, terutama perempuan untuk mengikuti pergaulan global demi melahirkan generasi yang luar biasa, ” ujar Binti.

Peserta program ini, cerita Binti, ada 137 orang yang diberangkatkan Kemenpora ke 15 negara setelah mengikuti proses seleksi. Dia merupakan angkatan pertama program PPMLN Kemenpora.

Program ini kerja sama dengan AIESEC ini tujuannya, sambung dia, memfasilitasi para pemuda praktik kerja untuk mengembangkan pengetahuan akademik dan keahlian profesional di luar negeri. (Hani)