Fokal IMM Petakan Potensi Kader Muda Muhammadiyah dari Berbagai Profesi

167
Hikmah Press
Fokal IMM Petakan Potensi Kader Muda Muhammadiyah dari Berbagai Profesi
Alumni IMM di sela Rakerwil FOKAL IMM Aufklarung Jatim di Mojokerto, Ahad (15/4/2018) sore. foto:izzudin/pwmu.co

PWMU.CO-Distribusi dan transformasi kader muda Muhammadiyah harus segera dilakukan secara massif. Hal ini tak bisa dihindari menyusul tuntutan memenuhi ruang dakwah yang makin luas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aufklarung Nasional Sofiyul Fuad saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Jawa Timur Fokal IMM Aufklarung di Mojokerto, Ahad (15/4/2018) sore.

iklan

“Banyak potensi kader muda Muhammadiyah yang tersebar di seluruh bidang, teknologi, ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, dan sebagainya. Jika tidak segera disisati dalam hal distribusi dan transformasi, lambat laun kader akan mengalami titik jenuh,” kata Sofi, begitu ia karib disapa.

Ia lalu mengatakan, IMM telah mendata kemudian memetakan potensi kader muda Muhammadiyah. “Sekarang sudah terdata ratusan jumlahnya. Dari data yang ada bisa kita manfaatkan untuk keperluan Fokal IMM. Bahkan untuk keperluan Muhammadiyah juga,” ujarnya sambil memastikan data yang dibuatnya bersama tim valid dan terkonfirmasi.

Baca Juga:  Lama Terpisah, Alumni IMM Aufklarung Menggelar Reuni untuk Merajut Hati Lagi

Ia menyebut jika kader muda Muhammadiyah yang tergabung di Fokal IMM Aufklarung sangat beragam karakter dari berbagai profesi. Ada yang mengusai persoalan teknologi, politik, wirausaha, akademisi, sosial, dan sebagainya

“Banyaknya potensi hebat kader Muhammadiyah hari ini hanya sekadar data populasi,” papar Sofi.

Kata dia, percepatan distribusi dan transformasi kader merupakan kebutuhan segera dan pokok. Jika tidak, dikhawatirkan kader akan kehilangan orientasi, terutama dalam ber-Muhammadiyah.

“Sudah waktunya dituntut implementasinya dan berperan penuh dalam berbangsa dan bernegara membawa misi Muhammadiyah di segala bidang,” tandas Sofi.

Dia juga mengingatkan jika perjuangan lebih baik dilakukan secara bersama-sama. “Dan perlu diingat, hari ini perjuangan butuh kolektivitas agar sumber daya manusia Muhammadiyah bisa bermanfaat. Tidak hanya sekadar dimanfaatkan,” pungkasnya. (izzudin)

Baca Juga:  Kader Muda Harus Tahan Banting dan Siap Berkompetisi di Mana pun dengan Segala Kondisi