Saad Ibrahim: Wajah Politik Indonesia Kehilangan Eksotisnya

264
Pasang Iklan Murah
Saad Ibrahim: Wajah Politik Indonesia Kehilangan Eksotisnya
Ketua PWM Jawa Timur Dr M Saad Ibrahim menghadiri pembukaan Pelatihan Pengembangan Cabang dan Ranting Berbasis Angkatan Muda Muhammadiyah di DomeTheather UMM, Ahad (29/4/2018).foto:aan hariyanto/pwmu.co

PWMU.CO-Wajah politik Indonesia saat ini sama sekali tidak menampilkan keindahan atau eksotisnya. Politik Indonesia sudah dianggap kotor lantaran perilaku korup para politisinya. Untuk itu, Muhammadiyah harus hadir menjadi oase di tengah kondisi perpolitikan Indonesia yang sedang carut marut.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr M Saad Ibrahim menyampaikan itu dalam pembukaan Pelatihan Pengembangan Cabang dan Ranting Berbasis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di DomeTheather Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ahad (29/4/2018).

iklan

“Muhammadiyah harus hadir menjadi oase di tengah teriknya kondisi perpolitikan Indonesia. Muhammadiyah juga harus hadir memberi kesejukan agar suasana politik di negeri ini bisa cair,” tutur Saad Ibraham.

Dia lalu menjelaskan, oase yang ditawarkan Muhammadiyah membenahi wajah bopeng situasi politik kita adalah nilai kepercayaan, amanah, dan kejujuran

Muhammadiyah, menurut Saad, memainkan peran politik untuk dua tujuan. Pertama, menjaga eksistensi agama. Kedua, mengendalikan urusan duniawiyah.

“Nah, keputusan Muhammadiyah Jatim mendorong Nadjib Hamid maju menjadi calon anggota DPD RI dan Prof Zainuddin Maliki maju menjadi calon anggota DPR RI adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk membenahi kondisi politik bangsa ini,” ungkap dosen Pascasarjana UIN Maliki Malang, ini.

Saad menyadari, hingga sekarang masih ada sikap pesimistis merespons keputusan tersebut. Bisakah Muhammadiyah mengubah kondisi perpolitikan bangsa ini dengan keputusan tersebut?

Baginya, hal itu wajar-wajar saja. Yang terpenting, Muhammadiyah ingin memberikan bukti kepada publik sebagai organisasi yang konsisten menerapkan amar makruf nahi mungkar.

“Kita ingin nilai-nilai luhur yang ada di Muhammadiyah bisa menjadi noktah bagi perubahan bangsa Indonesia,” tandasnya. (aan hariyanto)