Di Semua Level Persyarikatan Hampir Selalu Ada Seksi Paido

330
Hikmah Press
Sugiran/pwmu.co
Nadjib Hamid, kiri, menyampaikan materi pada Silaturrahim Cabang dan Ranting di Sidoarjo.

PWMU.CO-Di Muhammadiyah itu,  di semua level hampir selalu ada Seksi Paido. Biasanya terdiri orang-orang yang tidak aktif. Kerjanya hanya mengkritik kinerja pengurus yang sudah bergerak untuk kemajuan dakwah.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jatim H. Nadjib Hamid MSi pada Silaturrahmi Cabang dan Ranting Muhammadiyah se Kabupaten Sidoarjo di Aula Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ahad (13/5/2018). Paido, kata bahasa Jawa artinya mencela, mencari kesalahan orang.

iklan

“Orang yang suka mencari kesalahan itu hanya untuk menutupi dirinya supaya dia eksis. Orang seperti ini di Musran, Muscab atau Musda jangan dipilih, karena tidak akan aktif,” pesan Nadjib yang disambut gerrrr peserta.

Orang-orang yang aktif, menurut Nadjib, tidak bakalan masuk dalam Seksi Paido, karena  sudah tidak sempat lagi mengoreksi orang lain sebab dirinya sibuk mengurus masalah organisasi.

Karena itu, kata Nadjib, mengurus Cabang dan Ranting itu buatlah manajemen yang  menggembirakan dan memudahkan. Menggembirakan artinya berikanlah apresiasi kalau ada yang berprestasi. ”Jangan sampai orang yang sudah capek mengurus malah di-paido terus,” tandasnya.

Dia menegaskan, prinsip memudahkan dan jangan dipersulit. Ada anggota masih lima orang, maka segera dirikan Ranting, tidak usah menunggu 15 orang. Lima orang kalau potensial maka akan cepat berkembang. “Adakan pengajian dulu. Bisa berkembang membangun mushala atau masjid. Kemudian bangun TK, SD dan seterusnya,” kata Nadjib memotivasi peserta.

Kalau ada AUM yang potensial untuk mendirikan Ranting maka segera dirikan. Misalkan Ranting Rumah Sakit Muhammadiyah, Ranting SD Muhammadiyah, Ranting SMP Muhammadiyah, dan seterusnya sampai tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Hal ini untuk memudahkan pembinaan kepada orang-orang yang bekerja di AUM sehingga ideologi Muhammadiyahnya lebih mantap.

Ranting itu, menurut Nadjib, kesatuan anggota dalam satu tempat atau kawasan. Jadi, Ranting tidak harus berdasarkan kelurahan atau desa. RT, RW atau komplek perumahan bisa menjadi sebuah Ranting. Cabang dan Ranting adalah ujung tombak karena bersentuhan langsung dengan anggota.

Diusahakan Cabang dan Ranting punya staf administrasi. Bisa part time atau full time. “Di Muhammadiyah itu kan ketuanya mubalig, sekretarisnya mubalig dan bendaharanya juga mubalig, maka perlu mempunyai bagian administrasi untuk urusan surat menyurat dan dokumentasi data,” tegas Nadjib. (Sugiran)