Begini Upaya Nasyiah Kabupaten Gresik Gairahkan Kembali Tiga Cabangnya

150
Hikmah Press
Ketua PDNA Kabupaten Gresik Ifa Faridah saat memberi sambutan dalam Musycab Nasyiah Kebomas. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Merawat dan mengembangkan gerakan kelembagaan sebagai perwujudan nilai dan semangat dakwah terus dilakukan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik.

Dihubungi Selasa (15/5/18), Ketua PDNA Kabupaten Gresik Ifa Faridah mengaku dilema dan mempunyai beban moral di tahun awal periode kepemimpinannya. “Masalahnya, tiga cabang Nasyiah yang berada di tengah kota masih ‘tertidur’. Padahal, mestinya mereka menjadi kekuatan Nasyiah di Gresik,” ungkapnya.

iklan

Ifa mengatakan, menghidupkan ketiga cabang Nasyiah tersebut sudah menjadi pembahasan dan tantangan kami di periode 2016-2020. “Ketiga cabang Nasyiah tersebut adalah Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Gresik, Kebomas, dan Manyar,” jelasnya.

Untuk cabang Kebomas dan Manyar, lanjut Ifa, sumber masalahnya sama. “Mereka vakum setelah ketuanya menikah dan sibuk dengan kepentingan masing-masing. Bahkan ada yang pindah ke luar kota,” jelasnya.

Baca Juga:  Empati Nasyiah untuk Nanik, Wanita Panceng yang Tertimpa Musibah Ganda

Akhirnya, Ifa dan tim mencoba berkomunikasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) setempat untuk mendapat dukungan dan membantu mengerahkan kader-kader khususnya yang ada di amal usaha Muhammadiyah. “Alhamdulillah, ayahanda PCM dan ibunda PCA dari Manyar dan Kebomas sangat welcome dengan Nasyiah. Bahkan mereka berjanjinakan men-support bangkitnya Nasyiah di cabang masing-masing,” ujarnya penuh syukur.

Namun, proses itu tidak mudah. Ifa menjelaskan, pihaknya mencoba menghubungi Ketua Cabang yang lama membutuhkan waktu berbulan-bulan karena beragam hal. “Jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing yang membuat komunikasi itu kurang lancar. Namun ini semua tidak membuat kami gentar. Kami terus berusaha menghubungi dan bersilaturrahim,” paparnya.

Baca Juga:  Menyambung Kembali 'Nafas' Nasyiah di Kecamatan Gresik Kota
Ketua terpilih PCNA Gresik Mardliyatul Faizun (jilbab hijau) bersama ketua lama Rahayu Ningsih. (Istimewa/PWMU.CO)

Berbeda dengan kondisi PCNA Gresik. Menurut Ifa, PCNA Gresik sudah ada kadernya, namun kurang power. “Mereka itu sebenarnya punya kader, namun hanya mau datang ketika pengajian dan arisan saja. Jika diminta menjadi pengurus Nasyiah menolak,” jelas Ifa.

Melihat kondisi yang seperti itu, PDNA Kabupaten Gresik meminta ketiga cabang tersebut untuk membuat surat kepada Kepala amal usaha Muhammadiyah di kecamatan masing-masing agar mengutus beberapa orang karyawannya untuk bergabung dalam Nasyiah. “Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu tahun berproses, ketiga cabang tersebut bisa melangsungkan Musyawarah Cabang (Musycab) pada waktu yang sama di tempat berbeda pada hari Ahad, 13 Mei 2018 kemarin,” jelas Ifa lega.

Baca Juga:  Nasyiah Gresik Beri Penyuluhan Kanker Serviks

Terkait cabang lain yang juga membutuhkan perhatian, Ifa mengaku masih ada satu lagi yang akan ‘digarap’ setelah lebaran ini. “Satu lagi yang butuh perhatian PDNA adalah Nasyiah Cerme. Setelah itu, akan berlanjut ke Nasyiah Bungah dan Sidayu. Insyaallah nanti setelah lebaran akan kami tindak lanjuti, karena Ramadhan ini kami juga punya banyak kegiatan. Bismillah semoga dimudahkan,” ungkapnya.

Inilah nama ketua terpilih hasil Musycab serentak 3 kecamatan

Ketua PCNA Gresik: Mardliyatul Faizun
Ketua PCNA Kebomas: Marisha Amelia
Ketua PCNA Manyar: Ika Sandhika

Selamat berjuang! (Vita)