Hidup Itu Seperti Game, Ikuti Aturannya untuk Dapatkan Skor dari Sang Pencipta

303
Hikmah Press
Suasana pengajian dhuha PCA Klojen, Malang, Kamis (17/5/18).

PWMU.CO – Ikhlas itu tidak usah dicari. Akan datang sendiri. Sementara hasud itu akan hilang sendiri. Tidak usah dihilangkan. Hal tersebut disampaikan Drs H Chusnul Hadi Mpd di gedung Aisyiyah Kauman Klojen Kota Malang, pada saat mengisi pengajian dhuha PCA Klojen, Kamis (17/5/18).

Di hadapan ratusan jamaah, Chusnul Hadi mengatakan bahwa persoalan kehidupan manusia itu cuma ada dua hal, yaitu ikhlas dan hasud. Menurut dosen Universitas Negeri Malang itu, hidup di dunia ini ibaratnya sebuah permainan game.

iklan

“Bahwa kita hidup di dunia ini hanya berurusan dengan sang pencipta game. Nah, dengan mengikuti aturannya ( syariat) maka kita akan mendapatkan nilai atau scor dari sang pencipta permainan yaitu Allah,” paparnya.

Dia mengutip ayat Al-Quran Surat Al Hadid ayat 20. Ayat tersebut menjelaskan bahwa hidup hanyalah permainan. Kesenangan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.

Baca Juga:  Beri Apresiasi dengan Perkaderan Menggembirakan, Bayar 20 Ribu dari Biaya Normal 423 Ribu

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah – megah antara kamu serta berbangga – banggaan tentang banyaknya harta dan anak , seperti hujan yang tanam – tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian tanaman itu menjadi kering , dan kamu lihat warnanya itu menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu,” demikian kata Chusnul Hadi membacakan arti dari ayat tersebut.

”Sedangkan dalam Al-Quran Surat Al Mulk ayat 2 yang artinya: Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu. Siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya atau nilainya. Dan Dia maha perkasa lagi maha pengampun,” imbuhnya.

Baca Juga:  Heran, Jika Ada Takmir Melarang Anak-Anak Masuk Masjid

Pria yang tinggal di kota Malang itu menerangkan bahwa ayat tersebut menunjukkan bahwa sejatinya manusia itu ibarat main game. Apabila game over itu artinya manusia sudah menemui ajalnya.

“Dan kalau sudah game over, maka akan keluar nilai atau scornya. Nah, bila scor yang muncul itu tinggi, pasti seorang itu akan teriak: yes, yes inilah surga yang didapat,” lanjut Chusnul.

Dia menambahkan, saat bermain game. maka seseorang akan sangat fokus mengikuti aturan mainnya dengan tujuan untuk meraih scor yang tertinggi, karena itulah ikhlas akan datang. Terbukti begitu fokusnya, sehingga tidak memperdulikan yang ada di sekitarnya. Dia dengan ikhlas hanya berurusan dengan pencipta game sampai game over.

“Aturan main Allah itu sangat jelas. Coba baca Al-Quran surat 4 ayat 9 yang menjelaskan aturan main untuk orang tua yang wajib mendidik anak. Begitu juga aturan main untuk anak Al-Quran surat 4 ayat 39. Agar anak berbakti pada kedua orang tua dan masih banyak lagi aturan main yang itu sudah ditetapkan Allah,” terangnya.

Baca Juga:  Penguatan Ideologi di Tanah Wali

Di akhir materinya Chusnul Hadi mengingatkan, kebaikan yang dilakukan seseorang akan kembali kepada dirinya sendiri. “Berbuat baiklah pada orang lain untuk diri kita sendiri, jangan berbuat baik pada orang lain untuk orang lain. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan memahami konsep fastabiqul khairat yang benar,” tegasnya. (uzlifah)