Salut! Sekolah Ini Menebar Manfaat, Ajak Siswa Bersihkan Masjid, Bagi-Bagi Uang hingga Terjunkan Da’i Cilik

94
Hikmah Press
Perwakilan SD Muhammadiyah 1 Magetan menyerahkan bantuan pada salah satu musholla dan sekaligus mengerahkan siswanya untuk kegiatan bersih-bersih (foto: Supriadi/pwmu.co)

PWMU.CORamadhan Berkah, Menebar Manfaat. Itulah tagline Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Magetan (SEDAMU) tahun ini. Tagline tersebut juga yang mendorong SEDAMU melakukan kegiatan dalam menyambut Ramadhan 1439 H. Kegiatannya pun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan hanya satu-satunya sekolah yang melaksanakan kegiatan ini di wilayah Kabupaten Magetan.

“Biasanya dalam menyambut Ramadhan, SEDAMU hanya membagikan kartu ucapan Ramadhan, tetapi untuk kali ini kami melakukan cara berbeda. Kegiatan tahun ini diisi dengan baksos bersih-bersih masjid,” kata  Kepala SEDAMU, Slamet A.Pd.

iklan

Dkatakan, ada empat lokasi yang jadi sasaran dalam kegiatan baksos bersih-bersih, yakni masjid Baiturochim di Desa Bangsri, Musholla Ar Rohman di Desa Turi, Musholla At Taqwa di Desa Kalang, serta Musholla Al Ikhlas di Desa Sidomulyo. Selain membersihkan tempat-tempat ibadah tersebut, lanjut dia, pihaknya juga sekaligus memberikan bantuan cat sebanyak 50 Kg.

Kegiatan lain yang juga dilakukan, terang dia, adalah  bagi-bagi mukena, sajadah, dan menyalurkan infaq dari walimurid sebanyak Rp 22.200.000. Dana sebesar itu akan digunakan dalam berbagai kegiatan selama ramadhan ini, selain itu juga dalam bentuk wakaf al Quran sebanyak 257 buah.

Tidak berhenti di situ, lanjut dia, pihaknya juga menerjunkan dai-dai kecil selama ramadhan ini. Dikatakan, ada sekitar 60 siswa kelas 3-5 dikerahkan untuk mengisi kultum Ramadhan di wilayah Kabupaten  Magetan. “SD Muhammadiyah Magetan terus berinovasi dalam berbagai kegiatan agar tetap eksis dan semakin berjaya di masa mendatang,” tegasnya.

Diakui, program kegiatannya disambut antusias warga dan ke depan pihaknya akan berusaha agar lebih banyak lagi masjiddan mushola yang dibantu utamanya di wilayah pelosok. “Hal ini untuk menunjukkan keberadaan AUM sebagai ujung tombak persyarikatan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya. (Supriadi)