Tarwih Itu Artinya Shalat Santai Jadi Gak Usah Ngebut

117
Hikmah Press
Izzudin/pwmu.co
Mursidi mengisi kultum di Masjid Alfurqon.

PWMU.CO -Mengawali shalat tarwih Ketua PDM Kabupaten Malang Dr Mursidi MM menyampaikan kultum bakda shalat Isya  di Masjid Al-Furqon Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kulonpasar, Tumpang Malang, Rabu (16/5/2018).

Mursidi mengawali ceramah dengan menyampaikan maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1439H. Kemudian menunjukkan buku pedoman ibadah Ramadhan yang disusun oleh tim Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

iklan

Mursidi menjelaskan tentang shalat tarawih. Jika diperhatikan, istilah tarawih berasal dari kataرَاحَ  – يَـرُوح], yang artinya istirahat. orang mengartikannya dengan santai. “Jadi shalat tarawih adalah shalat yang santai. Santai dalam arti shalatnya tidak ngebut. Bacaannya panjang, rukuknya panjang, i’tidalnya panjang, sujudnya panjang, dan seterusnya. Itulah tarwih yang santai,” jelasnya .

Baca Juga:  Salah Satu Nikmat Iman adalah Bisa Shalat Tarwih Berjamaah di Masjid

”Ketika Anda melakukan perjalanan sejauh 30 km secara normal ditempuh dalam waktu 20 menit. Karena santai, bisa menempuhnya selama 40 menit. Jika bisa menempuh kurang dari 20 menit, berarti itu ngebut,” paparnya sambil membedakan makna ngebut dan santai.

Menurut Mursidi, normalnya shalat  sebelas rakaat bisa diselesaikan dalam waktu 30 menit. ”Tapi karena santai, bisa lebih lama, sekitar 40 menit atau 50 menit. Terlebih ketika tarawih 21 rakaat, Anda tentu butuh waktu dua kali lipatnya, bisa satu setengah jam. Itulah makna shalat tarawih yang santai,” terangnya.

Sekeretaris takmir Masjid Al-Furqon Hariadi SAP bersyukur karena Masjid Al-Furqon menjadi pilihan pertama Ketua PDM Kabupaten Malang mengawali rangkaian kegiatan Ramadhan di tahun ini. Ramadhan tahun ini Masjid Al-Furqon bersama Lazismu optimalisasi kegiatan sosial.

Baca Juga:  Shalat Tarwih Bersama Mualaf Jerman yang Tekun Belajar Alquran

”Kita bagikan di sini seperti paket sembako, takjil hingga berbagi Tunjangan Hari Raya (THR),” terang Hari yang juga ketua Divisi Pengembangan Lazismu PDM Kabupaten Malang. (Izzudin)