Banyak Tata Cara Sholat, Begini Kiai Syaifuddin Meluruskan Berdasar Hadits

137
Hikmah Press
Kiai Syaifuddin Zaini memberikan penjelasan mengenai tata cara sholat di Mushalla as-Syifa’ Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya (foto: Habibie/pwmu.co)

PWMU.CO-Berdiri dari sujud. Setelah sujud yang kedua, lalu bangkit dan berdiri dari rakaat pertama untuk melaksanakan rakaat kedua, atau bangkit dari rakaat ketiga untuk melaksanakan rakaat keempat dengan tata cara secara berurutan.

Demikian isi tausiyah Kiai Syaifuddin Zaini, MPdI disampaikan dalam pengajian rutin Reboan Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya di Mushalla as-Syifa’ Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Rabu (23/5/2018).

iklan

Syaifuddin Zaini menyampaikan berdiri dari sujud dilakukan dengan tata cara secara berurutan sebagai berikut: Pertama, jelas Syaifuddin Zaini, mengangkat kepala dengan membaca takbir Allaahu Akbar. Hal ini berdasar hadits riwayat al-Bukhari no. 747,  Abu Hurairah berkata: Adalah Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam apabila mendirikan shalat beliau takbir ketika berdiri, kemudian takbir ketika ruku’, kemudian membaca sami’allahu liman hamidah, kemudian mengangkat punggungnya dari ruku’, kemudian ketika beliau telah berdiri membaca: Rabbana Lakal al-Hamdu. Abdullah bin Shalih dari Al-Laitsi, ia berkata: Wa lakal al-Hamdu, kemudian takbir ketika turun menuju sujud, kemudian takbir ketika mengangkat kepala dari sujud, kemudian takbir ketika sujud, kemudian takbir ketika mengangkat kepalanya bangun dari sujud, kemudian beliau mengerjakan itu dalam shalat seluruhnya hingga selesai dan takbir ketika berdiri dari rakaat kedua sesudah duduk,”  papar Ustadz Syaifuddin menyitir hadits itu.

Kiai Syaifuddin Zaini memberikan penjelasan mengenai tata cara duduk dan berdiri dalam sholat (foto: Habibie/pwmu.co)

Kedua, lanjut Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya ini, duduk iftirasy, yaitu duduk sempurna seperti duduk di antara dua sujud, tetapi tidak mengangkat jari telunjuk kanan cukup dengan menggenggamkan telapak tangan pada lutut dan tidak membaca do’a. “Dengan berdasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 780, Malik bin Al-Huwairits Al-Laitsi berkata, Sesungguhnya ia melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat, apabila beliau bangkit dalam rakaat gasal dalam shalatnya, beliau tidak bangkit sehingga duduk sempurna,” tambahnya.

Ketiga, terang dia, berdiri tanpa mengangkat tangan menuju rakaat kedua atau keempat, dengan menekankan kedua telapak tangan pada tanah, lalu kedua telapak tangan diangkat dan diletakkan serta betumpu pada paha. Dengan berdasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 780, Malik bin Al-Huwairits Al-Laitsi berkata: Sesungguhnya ia melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat, apabila beliau bangkit dalam rakaat gasal dalam shalatnya, beliau tidak bangkit sehingga duduk sempurna.” Dasarnya sama dengan yang kedua itu,” ucapnya.

Keempat, tambah da, setelah berdiri tegak, lalu meletakkan telapak tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri, pergelangan dan lengan di dada. “Berdasarkan hadits riwayat Abu Daud no.648 Thawus berkata:  Saya shalat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya dan mengeraskan di antaranya di atas dadanya dan beliau melakukan ini dalam shalat,” pungkasnya. (Habibie)